
SRAGEN- Bekerja setiap hari berdekatan dengan hewan ternak dan lingkungan kandang, para peternak sering kali tidak menyadari bahwa aktivitas tersebut menyimpan risiko penularan penyakit, salah satunya Leptospirosis. Menjawab hal ini, Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan dengan tajuk “Sosialisasi Leptospirosis pada Peternak: Kenali Risiko, Cegah Penularan” di kandang kambing milik Bapak Mandoyo, Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada hari Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peternak beserta keluarga.
Program ini hadir karena masih rendahnya kesadaran peternak terhadap risiko penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau yang disebut dengan penyakit zoonosis. Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira yang umumnya ditemukan pada urine hewan seperti tikus, kambing, atau sapi dan dapat menular ke manusia melalui luka terbuka atau selaput lendir yang bersentuhan dengan air, tanah, maupun kandang yang terkontaminasi. Melihat aktivitas peternak yang intens bersinggungan dengan kandang dan hewan ternak, kelompok ini berisiko tinggi terpapar penyakit tersebut.
Zulfatus Tsuroya, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro yang menjadi pelaksana kegiatan, menyampaikan materi kepada peternak menggunakan metode ceramah yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Penyampaian materi dilengkapi menggunakan media poster edukasi, sehingga peternak dapat lebih mudah memahami apa itu Leptospirosis, cara penularan, gejala, serta langkah pencegahan yang meliputi mencuci tangan & kaki setelah bekerja, menjaga kebersihan lingkungan, memakai sepatu boot ke daerah basah/kotor, menyimpan makanan & minuman agar terhindar dari tikus, dan meningkatkan frekuensi penangkapan tikus di rumah maupun di kandang.
Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well Being), khususnya dalam upaya pencegahan penyakit zoonosis pada kelompok pekerja berisiko seperti peternak.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program kerja sosial kemasyarakatan saintek yang berkolaborasi dengan mahasiswa peternakan dan teknik sipil. Dilaksanakan juga pelatihan pembuatan pupuk kompos organik berbahan dasar kotoran kambing serta perancangan wadah komposter, sebagai upaya pemanfaatan limbah ternak secara berkelanjutan
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN terhadap peternak di Desa Kedawung dapat lebih waspada terhadap risiko leptospirosis dan menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Diharapkan kesehatan peternak maupun keluarganya tetap terjaga tanpa mengganggu produktivitas kesehariannya.
Penulis: Zulfatus Tsuroya
Fotografer: Bonfilio Paska
Instagram: @kkn_desakedawung



