
BUTUHAN, KLATEN — Meski baru beroperasi sekitar tiga bulan, Bakpia Bakery 4 Putri sudah lebih dulu dikenal warga Dukuh Dumuk, Desa Butuhan, Kecamatan Delanggu, berkat rasanya yang khas. Namun, dibalik cita rasanya yang digemari itu, usaha rumahan milik Pak Slamet ini selama ini berjalan tanpa identitas merek, produk dijual dalam plastik mika polos, tanpa logo, tanpa label, dan promosinya masih mengandalkan cerita dari mulut ke mulut.
Kondisi itulah yang menggerakkan Gregory Brandon Alexander mahasiswa Bisnis Digital, peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNDIP 2026, untuk merancang program kerja “Pengembangan UMKM Berbasis Digital” dengan Bakpia 4 Putri sebagai studi kasus. Program ini menyasar tiga aspek sekaligus yaitu, branding, pemasaran media sosial, dan e-commerce, tiga pilar yang selama ini belum tersentuh oleh usaha yang masih terbilang sangat muda ini.
Langkah pertama yang dilakukan adalah membenahi wajah produk. Gregory merancang logo “Bakery 4 Putri” yang terinspirasi dari empat sosok putri berbusana kebaya, dipadu mahkota emas dan warna coklat keemasan untuk menonjolkan kesan hangat, tradisional, sekaligus premium. Logo ini kemudian dicetak dalam bentuk stiker label siap tempel yang sudah memuat alamat dan nomor pemesanan, sehingga pembeli baru bisa langsung mengenali dan menghubungi Pak Slamet. Hal tersebut merupakan sebuah langkah kecil yang berarti besar bagi usaha yang baru merintis tiga bulan ini.
Selain branding, Gregory juga mendampingi Pak Slamet mengenal Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business sebagai etalase digital. Konten yang didorong pun sederhana dan mudah diaplikasikan, seperti foto produk, video proses produksi, testimoni pelanggan, hingga info promo, lengkap dengan kalender posting mingguan agar konsisten. WhatsApp Business menjadi salah satu fokus utama karena memungkinkan Pak Slamet membuat katalog produk lengkap dengan harga, pesan otomatis, hingga label status pesanan, sehingga transaksi lebih rapi dan tidak ada pesanan yang terlewat.
Melalui pendampingan langsung ini, Gregory berharap Bakpia 4 Putri, meski usianya masih muda tidak hanya dikenal sebagai jajanan legendaris di kalangan warga sekitar, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas hingga ke luar kota. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana sentuhan digital sederhana seperti logo, media sosial, dan kanal online dapat membantu UMKM rumahan naik kelas sejak awal berdirinya, tanpa memerlukan modal besar. “Mari bersama membangun Bakpia 4 Putri menjadi UMKM digital yang legendaris di Klaten,” ujar Gregory.



