Mahasiswa KKN UNISNU Jepara edukasi pembuatan cookies berbahan dasar daun kelor untuk cegah stunting
Jatengx.com, Jepara – Daun kelor yang selama ini dikenal sebagai salah satu tanaman pangan lokal, kini hadir dalam bentuk yang lebih kekinian. Melalui program GENTING KELOR (Gerakan Cegah Stunting dengan Inovasi Kelor), mahasiswa KKN UNISNU Jepara yang ditempatkan di Desa Rau, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, menghadirkan inovasi cookies berbahan dasar daun kelor sebagai salah satu upaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dalam pencegahan stunting.
Kegiatan sosialisasi GENTING KELOR dilaksanakan dengan menggandeng Posyandu Desa Rau sebagai mitra utama, sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap permasalahan stunting sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di lingkungan sekitar.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN bersama kader Posyandu Desa Rau memberikan edukasi mengenai stunting, pentingnya gizi seimbang, serta peran keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Edukasi dikemas secara sederhana dan interaktif agar informasi mengenai pencegahan stunting dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi daya tarik dalam kegiatan ini adalah cookies daun kelor. Daun kelor diolah menjadi produk camilan yang lebih modern dan familiar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mengonsumsi olahan berbahan pangan lokal.

Muhammad Rizky, salah satu mahasiswa KKN menyampaikan daun kelor tidak hanya bisa jadi sayur tapi juga bisa diolah menjadi camilan yang mempunyai daya tawar lebih.
“Kami ingin menunjukkan bahwa daun kelor tidak harus selalu diolah menjadi sayur. Dengan sedikit kreativitas, kelor bisa diolah menjadi camilan yang lebih menarik dan bernilai,” ujar mahasiswa KKN dalam kegiatan sosialisasi.
Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN UNISNU Jepara ingin menyampaikan bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari hal-hal sederhana, salah satunya dengan memperhatikan asupan makanan sehari-hari dan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar. Kolaborasi dengan Posyandu Desa Rau juga diharapkan dapat memperkuat kelanjutan program ini di masyarakat, mengingat Posyandu memiliki peran penting dalam pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
Program GENTING KELOR juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Rau bahwa pangan lokal memiliki potensi untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga. Dengan adanya inovasi pengolahan kelor menjadi cookies, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memperoleh inspirasi untuk mengembangkan bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih menarik.
Melalui semangat “Kelor Naik Kelas, Stunting Kita Cegah!”, mahasiswa KKN UNISNU Jepara berharap GENTING KELOR dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak positif di Desa Rau dan mendorong masyarakat untuk bersama-sama menciptakan generasi yang sehat, bergizi, dan bebas stunting.
Editor: Azis



