Mahasiswa dan Warga bergotong royong melakukan pemasangan PJU
Jatengx.com, Tasikmalaya — Penerangan jalan tidak hanya berkaitan dengan pencahayaan ketika malam hari. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan di lingkungan desa.
Gagasan tersebut diwujudkan oleh mahasiswa KKN 0226 Politeknik LP3I Tasikmalaya melalui pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya di Desa Nangtang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah yang diambil mahasiswa untuk berkontribusi dalam menghadirkan fasilitas yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi alternatif.
Bagas Saepul Uyun, Mahasiswa KKN 0226 Politeknik LP3I Tasikmalaya, menyampaikan PJU tenaga surya bekerja dengan memanfaatkan energi matahari yang dikonversi menjadi energi listrik untuk kebutuhan penerangan.
“Penggunaan teknologi konversi energi matahari ke listrik menjadi salah satu pilihan dalam menghadirkan penerangan tanpa sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik konvensional,” jelas Bagas Saepul Uyun
Bagi lingkungan desa, pemanfaatan energi surya memiliki potensi untuk dikembangkan karena sumber energinya tersedia secara alami. Pemasangan PJU juga diarahkan pada titik jalan yang membutuhkan penerangan sehingga dapat mendukung aktivitas masyarakat pada malam hari.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya memasang fasilitas penerangan, tetapi juga memperkenalkan gagasan mengenai pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan kepada masyarakat.
Untuk memasangan PJU mahasiswa dibantu masyarakat Desa Nangtang. Mahasiswa dan warga bergotog royong secara langsung dalam menyiapkan lokasi, membawa perlengkapan, memasang tiang, serta menempatkan perangkat PJU pada titik yang telah ditentukan.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Selain membantu proses pengerjaan, interaksi selama kegiatan menciptakan ruang komunikasi antara mahasiswa dan warga mengenai kebutuhan fasilitas penerangan di lingkungan desa.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk menerapkan semangat pengabdian secara langsung. Sementara bagi masyarakat, keterlibatan bersama mahasiswa menjadi bentuk kolaborasi dalam menghadirkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan secara bersama-sama.

Lanjutnya, Mahasiswa KKN UNDIP menegaskan pemasangan PJU tenaga surya tidak hanya sebagai upaya penambahan fasilitas fisik di Desa Nangtang. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan pentingnya pemanfaatan energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari.
“Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pengenalan teknologi sederhana seperti PJU tenaga surya di tingkat masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran mengenai alternatif energi yang lebih ramah lingkungan,” tegasnya.
Di sisi lain, penerangan jalan juga memiliki fungsi sosial. Jalan yang lebih terang dapat membantu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang melakukan aktivitas atau mobilitas pada malam hari.
Pemanfaatan PJU tenaga surya sejalan dengan semangat pengembangan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Teknologi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan dapat diperkenalkan melalui fasilitas sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini juga memperlihatkan peran mahasiswa dalam menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Melalui kolaborasi mahasiswa dan masyarakat, pemasangan PJU menjadi bagian dari upaya kecil untuk mendorong pemanfaatan teknologi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa kepada masyarakat dapat dimulai dari kebutuhan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah fasilitas penerangan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan energi terbarukan, membangun kepedulian lingkungan, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Melalui semangat “Melesat”, KKN 02 LP3I Tasikmalaya berharap langkah sederhana tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Nangtang dan menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan desa.
“Dari energi matahari untuk menerangi jalan, dari kolaborasi mahasiswa dan masyarakat untuk menerangi langkah menuju desa yang lebih berkelanjutan,” pungkas Bagas
Pemasangan PJU tenaga surya di Desa Nangtang menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN 02 Politeknik LP3I Tasikmalaya.
Penyusun: Tim KKN 02 Politeknik LP3I Tasikmalaya
Lokasi: Desa Nangtang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya
Editor: Azis



