Mahasiswa memaparkan materi keamanan pangan
Jatengx.com, Batang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II, Adelia Ristyawati dari Program Studi Gizi, menghadirkan rangkaian kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat di Desa Candiareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Kegiatan yang dilaksanakan pada 21, 26, dan 31 Juli 2026 tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari siswa sekolah dasar, ibu hamil dan ibu balita, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UNDIP Tim II dalam memberikan edukasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Candiareng. Program yang dilaksanakan mencakup edukasi gizi bagi anak sekolah, penguatan ketahanan keluarga melalui edukasi gizi dan perlindungan anak, serta penguatan daya saing UMKM melalui peningkatan pemahaman mengenai keamanan pangan.

Edukasi Interaktif Gizi Seimbang
Kegiatan pertama dilaksanakan pada (21/7) di SD Candiareng dengan sasaran siswa kelas 5. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai gizi seimbang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak mengenai pentingnya menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran dilakukan secara interaktif menggunakan media edukatif. Siswa tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak secara langsung menyusun konsep Isi Piringku berdasarkan kelompok makanan satu per satu. Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman dalam mengenali kelompok pangan dan memahami komposisi makanan yang seimbang.
“Anak-anak tidak hanya perlu mengetahui makanan apa saja yang sehat, tetapi juga perlu memahami bagaimana menyusun makanan tersebut menjadi satu piring yang seimbang. Karena itu, kami mencoba membuat kegiatan lebih interaktif agar materi yang diberikan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam keseharian,” ujar Adelia Ristyawati selaku pelaksana kegiatan.
Edukasi Higiene Sanitasi dan Keamanan Pangan bagi UMKM
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada (26/7) melalui program Penguatan Daya Saing UMKM melalui Digitalisasi, Legalitas Usaha, dan Perlindungan Kekayaan Intelektual. Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM di Desa Candiareng yang sebagian besar bergerak di bidang pengolahan makanan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut memberikan materi Edukasi Penerapan Higiene Sanitasi dan Keamanan Pangan dalam Pengolahan Produk UMKM Makanan di Desa Candiareng. Edukasi diberikan sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya penerapan higiene sanitasi dan praktik pengolahan pangan yang baik untuk menjaga mutu serta keamanan produk.
Peningkatan pemahaman mengenai keamanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung daya saing UMKM makanan. Produk yang aman dan berkualitas diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus mendorong pelaku usaha untuk terus memperbaiki proses pengolahan produknya.
“Keamanan pangan merupakan bagian penting dari kualitas produk, terutama bagi UMKM yang bergerak di bidang makanan. Penerapan higiene dan sanitasi yang baik bukan hanya untuk menjaga produk tetap aman, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap usaha yang dijalankan,” jelas Adelia.
Edukasi 1000 HPK, MPASI, dan Gizi Seimbang
Kegiatan selanjutnya dilaksanakan pada 31 Juli 2026 di Balai Desa Candiareng melalui program Edukasi Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Edukasi Gizi dan Perlindungan Anak. Kegiatan tersebut diikuti oleh 31 peserta yang terdiri atas ibu hamil dan ibu balita.
Program ini dilaksanakan sebagai salah satu respons terhadap peningkatan kasus stunting di Desa Candiareng pada tahun 2026. Edukasi difokuskan pada peningkatan pengetahuan mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), dan gizi seimbang sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung dan aktif mengajukan pertanyaan, terutama mengenai cara pemberian makanan yang tepat bagi bayi dan anak. Antusiasme tersebut menjadi potensi yang dapat mendukung keberlanjutan edukasi dan pendampingan masyarakat, terlebih Desa Candiareng memiliki kader Posyandu yang aktif serta dukungan dari bidan desa.

Tidak berhenti pada kegiatan tatap muka, edukasi bagi ibu hamil dan ibu balita juga dilanjutkan melalui saluran WhatsApp. Saluran tersebut akan digunakan untuk membagikan materi edukasi secara berkala setiap minggu sehingga informasi mengenai gizi, tumbuh kembang, dan perlindungan anak dapat terus diterima oleh peserta.
Ketiga rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan pendekatan KKN UNDIP Tim II dalam memberikan edukasi kepada masyarakat berdasarkan kelompok sasaran dan kebutuhan yang berbeda.
Edukasi gizi kepada siswa diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini, edukasi kepada ibu hamil dan ibu balita ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi serta pencegahan stunting.
Sementara edukasi kepada pelaku UMKM diarahkan untuk meningkatkan mutu dan keamanan produk makanan.
Melalui rangkaian program tersebut, pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Candiareng. Edukasi yang diberikan kepada anak, keluarga, dan pelaku usaha diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun masyarakat yang lebih sehat sekaligus mendukung potensi ekonomi desa.
Dosen Pembimbing Lapangan: Wimzy Rizqy Prabhata, S.Farm., M.Sc., Apt.
Penulis/Reporter: Adelia Ristyawati, Mahasiswa KKN Reguler UNDIP Tim II
Editor: Azis



