
Purbalingga, Sabtu 30 Juli 2026. Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 088 UMP Desa Bandingan melaksanakan kegiatan “Kelor untuk Generasi Sehat” berupa pelatihan pembuatan puding daun kelor sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam upaya pencegahan stunting bagi ibu-ibu yang memiliki balita di Posyandu Bougenvill, Dusun 1 Kalgung, Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan potensi pangan lokal, khususnya daun kelor, sebagai salah satu bahan pangan yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Permasalahan stunting yang masih cukup tinggi menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan kegiatan di Dusun Kalgung. Selain itu, pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu bahan pangan yang dapat diolah untuk mendukung upaya pencegahan stunting juga masih belum optimal. Melihat kondisi tersebut, kelompok KKN 088 UMP Desa Bandingan merancang kegiatan yang tidak hanya memberikan edukasi mengenai stunting, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada ibu-ibu dalam mengolah daun kelor menjadi produk pangan yang bergizi dan mudah dibuat di rumah.
Kegiatan “Kelor untuk Generasi Sehat” dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Posyandu balita di Dusun Kalgung mengenai manfaat daun kelor serta mengolahnya menjadi produk pangan yang bergizi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan mengenai stunting sekaligus memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam menyediakan makanan tambahan bagi anak.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pelaksanaan program yang dilakukan melalui metode diskusi dan tanya jawab. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 2 orang bidan, 4 orang kader, serta 15 orang ibu yang memiliki balita. Pada sesi ini, peserta diberikan gambaran mengenai tujuan kegiatan, rangkaian pelaksanaan, serta pentingnya pemenuhan gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Sebelum memasuki kegiatan inti, peserta terlebih dahulu diberikan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal ibu-ibu yang memiliki balita mengenai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan gizi anak. Hasil pre-test tersebut kemudian menjadi gambaran awal pengetahuan peserta sebelum memperoleh edukasi dan praktik dalam kegiatan “Kelor untuk Generasi Sehat”.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai stunting. Materi yang diberikan mencakup pengertian stunting, ciri-ciri stunting, penyebab, faktor risiko, serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting. Peserta juga memperoleh informasi mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi makanan tambahan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar peserta dapat lebih mudah memahami informasi yang diberikan. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai permasalahan pemenuhan gizi anak yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya interaksi tersebut, peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat mengaitkan materi yang diberikan dengan kondisi dan pengalaman dalam merawat balita.
Pada sesi akhir, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan puding daun kelor. Demonstrasi dilakukan dengan memperkenalkan bahan-bahan yang digunakan serta tahapan pengolahan daun kelor menjadi puding. Peserta dapat melihat secara langsung proses pengolahan daun kelor hingga menjadi produk pangan yang dapat dikonsumsi oleh anak. Pemilihan puding sebagai produk PMT dilakukan agar pengolahan daun kelor dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan menghasilkan makanan yang lebih menarik bagi anak.
Melalui kegiatan yang memadukan edukasi dan praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman secara langsung mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan ibu dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan tambahan yang dapat diberikan kepada balita sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, dilakukan evaluasi untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta setelah memperoleh edukasi mengenai stunting, PMT, dan pemanfaatan daun kelor. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar *6,12%* setelah mengikuti kegiatan “Kelor untuk Generasi Sehat”. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi dan praktik yang diberikan dapat membantu menambah pemahaman ibu-ibu mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pemanfaatan bahan pangan lokal dalam mendukung upaya pencegahan stunting.
Kegiatan “Kelor untuk Generasi Sehat” merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat Kelompok KKN 088 UMP di Desa Bandingan. Melalui kegiatan ini, Kelompok KKN 088 UMP berharap pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan di rumah masing-masing. Pemanfaatan daun kelor juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif bahan pangan dalam mendukung pemenuhan gizi balita.
Keberlanjutan kegiatan ini diharapkan dapat turut mendukung upaya penurunan angka stunting di Dusun Kalgung melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Dengan adanya pemanfaatan potensi pangan lokal seperti daun kelor, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan pola pemberian makanan yang lebih beragam dan bergizi bagi balita. Pada akhirnya, Kelompok KKN 088 UMP berharap seluruh anak di Dusun Kalgung dapat tumbuh dengan sehat dan optimal serta memiliki kesempatan untuk mencapai tumbuh kembang yang sesuai dengan kebutuhannya.




