Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Bahaya Listrik dan Keselamatan penggunaan bagi Siswa Sekolah Dasar
Jatengx.com, Klaten – Listrik jadi bagian yang hampir tidak pernah lepas dari keseharian anak-anak, mulai dari menyalakan lampu belajar sampai mengisi daya gawai. Tapi seberapa jauh mereka paham soal bahaya di baliknya? Pertanyaan itu yang mendorong Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) yang bertugas di Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, menggelar program kerja sosial kemasyarakatan bertema “Edukasi Bahaya Listrik dan Keselamatan penggunaan bagi Siswa Sekolah Dasar”.
Program ini menyasar siswa kelas 6 SDN 3 Jelobo dan dilaksanakan pada Senin (27/7). Pemilihan kelas 6 bukan tanpa alasan di usia ini, anak-anak mulai lebih mandiri di rumah, termasuk dalam hal memakai peralatan elektronik sendiri tanpa pengawasan penuh orang tua.
“Kelas 6 SD dipilih karena tingkat kemandirian yang cukup tinggi karena kegiatan aktivitas sehari-hari tidak selalu dalam pengawasan orang tua dibanding kelas 1 – 5,” ujar Najaf Suji Akbar

Materi dibuka dengan pengenalan dasar mengenai pengertian, historis listrik dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, tim KKN masuk ke bagian yang jadi inti kegiatan, yaitu bahaya-bahaya yang mengintai kalau listrik dipakai sembarangan. Sengatan listrik, korsleting, hingga kebakaran dijelaskan dengan bahasa yang sederhana, disertai gambar-gambar ilustrasi lewat media presentasi supaya lebih mudah dicerna anak-anak.
Beberapa kebiasaan berisiko turut disinggung dalam sesi ini, seperti memakai kabel yang sudah terkelupas, menumpuk banyak steker di satu stop kontak, atau menyentuh saklar dan alat elektronik dengan tangan basah adalah tiga hal yang paling sering ditemukan di rumah tapi jarang disadari bahayanya. Tim KKN mengajak siswa mengenali situasi-situasi ini lewat contoh nyata yang biasa mereka temui di rumah.
Bukan cuma soal bahaya, siswa juga diajarkan kebiasaan aman yang bisa langsung dipraktikkan. Matikan alat elektronik setelah dipakai. Selain itu, pembiasaan mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera di kemasan. Saat mencabut steker, pegang bagian kepalanya, jangan tarik kabelnya. kebiasaan kecil yang sering diabaikan meski dampaknya bisa besar.

Menyenangkan, anak-anak tidak hanya diberi edukasi melalui penyampaian materi. Mereka juga diajak bermain sambil uji kemapuan pemahaman melalui kegiatan permainan “Tebak Bahaya atau Aman”. Siswa diberi beberapa skenario penggunaan listrik, lalu diminta menentukan apakah situasi itu aman atau justru berbahaya.
Para siswa yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias selama kegiatan. terlihat suasana kelas langsung berubah jadi ramai siswa pada aktif. Beberapa siswa saling adu cepat menjawab, dan tak jarang jawaban yang berbeda memicu diskusi kecil tentang alasan di baliknya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara tim KKN dan siswa SDN 3 Jelobo. Lewat edukasi dan permainan ini, tim KKN berharap para siswa tidak sekadar menghafal materi, tapi benar-benar terbiasa waspada terhadap bahaya listrik, baik di sekolah maupun di rumah masing-masing.
Penulis: Najaf Suji Akbar
Editor: Azis



