Mahasiswa KKn UNDIP Tim II menggelar program pengembangan kepercayaan diri dan kemampuan bekerja sama melalui permainan dan kegiatan kelompok bagi siswa SDN Bendungan 1.
Jatengx.com, Sragen – Pendidikan anak tidak hanya berbicara tentang kemampuan akademik. Di luar pelajaran di kelas, anak juga perlu dibekali kemampuan sosial dan karakter, seperti kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta menghargai orang lain.
Keterampilan tersebut penting untuk membantu anak menghadapi proses belajar sekaligus membangun hubungan yang baik dengan lingkungan di sekitarnya. Berangkat dari hal itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II menggelar program pengembangan kepercayaan diri dan kemampuan bekerja sama melalui permainan dan kegiatan kelompok bagi siswa SDN Bendungan 1.
Kegiatan dirancang dalam suasana yang menyenangkan agar anak dapat belajar secara aktif tanpa merasa terbebani. Permainan digunakan sebagai media untuk mendorong anak berinteraksi, menyampaikan pendapat, mengambil peran, hingga menyelesaikan berbagai tantangan bersama.
Dengan pendekatan tersebut, Laura Arela Siahaan menjelaskan kegiatan tidak sekadar menjadi hiburan. Setiap permainan menjadi kesempatan bagi anak untuk melatih soft skill dan kemampuan sosial sejak dini.
“Edukasi kami sampaikan melalui permainan. Metode ini saya pilih karena siswa tidak hanay mendengarkan tapi juga bermain. Melalui permainan tersebut, siswa dapat melatih soft skill dan kemampuan sosial,” jelasnya.
Mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator dengan memberikan arahan, membangun suasana yang positif, serta mendorong setiap anak untuk berpartisipasi. Anak kemudian diarahkan untuk terlibat langsung dalam berbagai permainan dan aktivitas kelompok.
Dalam kegiatan kelompok, misalnya, anak belajar berkomunikasi dan membagi peran dengan teman-temannya. Mereka memahami bahwa sebuah tujuan dapat dicapai dengan lebih baik ketika setiap anggota kelompok saling membantu dan menghargai.
Sementara itu, aktivitas yang memberikan kesempatan kepada anak untuk tampil dan menyampaikan pendapat menjadi sarana untuk melatih keberanian serta kepercayaan diri. Anak didorong untuk berani mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan.
Pendekatan belajar sambil bermain ini menempatkan anak sebagai peserta aktif. Mahasiswa Administrasi Bisnis tersebut, menegaskan siswa tidak hanya menerima arahan dari fasilitator, tetapi juga merasakan secara langsung proses berkomunikasi, bekerja sama, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan sederhana bersama kelompok.
Program tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat dilakukan melalui cara yang sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan dunia anak. Melalui permainan, anak belajar bahwa berani berbicara, mendengarkan teman, bekerja sama, serta saling membantu merupakan bagian penting dalam mencapai tujuan bersama.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu Administrasi Bisnis, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan soft skill.
Lebih dari sekadar permainan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak untuk berani mencoba, belajar dari pengalaman, dan menemukan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk berkontribusi.
Dengan pengalaman tersebut, anak diharapkan semakin percaya diri dalam berinteraksi, mampu bekerja sama dengan orang lain, serta memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam lingkungan sekitarnya.
“Berani mencoba, berani bekerja sama, dan percaya pada diri sendiri adalah langkah kecil menuju masa depan yang lebih besar.” pungkasnya.
Siswa kelas V yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut sangat antusias mengikuti hingga akhir. Mereka saling aktif berani berbicara dan saling bekerja sama.

Program tersebut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang Good Health and Well Being dan 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
SDGs poin 3 terefleksi pada kegiatan bermain dan berinteraksi secara positif juga mendukung kesejahteraan anak. Lingkungan kegiatan yang menyenangkan memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi, membangun hubungan positif dengan teman, serta mengembangkan rasa percaya diri.
Pada SDGs-4, terlihat siswa belajar berkomunikasi, bekerja sama, percaya diri, dan menghargai orang lain. Hal tersebut mendukung pembentukan keterampilan yang dapat menjadi bekal anak dalam pendidikan dan kehidupan mereka di masa mendatang.
Sementara, SDGs-4 terlihat siswa belajar berkomunikasi, bekerja sama, percaya diri, dan menghargai orang lain. Hal tersebut mendukung pembentukan keterampilan yang dapat menjadi bekal anak dalam pendidikan dan kehidupan mereka di masa mendatang.
Mahasiswa berharap partisipasi dan kerja sama seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang edukatif, menyenangkan, dan bermanfaat bagi anak-anak Desa Bendungan.
Penulis: Laura Arela Siahaan
Editor: Azis



