Mahasiswa berfoto bersama dan serahkan eaflet berjudul “Bijak Mengelola Keuangan – Hindari Jerat Pinjaman Online” kepada karang taruna Tambakboyo
Jatengx.com, Sukoharjo — Maraknya jerat utang akibat judi online dan pinjaman online ilegal mendorong mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) memberikan edukasi literasi keuangan kepada pemuda Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan yang digagas Florence Felisca, mahasiswa Jurusan Manajemen, tersebut berlangsung pada Kamis (23/7/2026) di Balai Desa Tambakboyo dan diikuti 18 anggota Karang Taruna.
Edukasi berangkat dari temuan mahasiswa KKN mengenai masih terbatasnya pemahaman sebagian pemuda tentang pengelolaan keuangan, termasuk cara membedakan pinjaman online legal dan ilegal. Kemudahan memperoleh pinjaman juga dinilai dapat membuat seseorang mengambil keputusan finansial tanpa mempertimbangkan bunga, kemampuan membayar cicilan, dan risiko utang.
Melalui program tersebut, Florence memberikan materi mengenai literasi keuangan dasar dan manajemen utang. Peserta diajak memahami pentingnya mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan finansial, serta risiko sebelum memutuskan menggunakan layanan pinjaman online.
Selain materi keuangan, Calistha Denovi Saragih turut memberikan penjelasan dari sisi hukum mengenai judi online dan pinjaman online ilegal. Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelompok.

Menariknya peserta terlibat aktif selama sesi diskusi berlangsung. Salah satu peserta menanyakan langkah yang dapat dilakukan apabila seseorang terlilit utang karena identitasnya disalahgunakan untuk mengajukan pinjaman online. Pertanyaan tersebut menunjukkan adanya perhatian peserta terhadap risiko yang dapat muncul dari penggunaan layanan pinjaman digital.
Para peserta juga membagikan pengalaman dan pandangan mereka mengenai persoalan keuangan yang dihadapi anak muda. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa berharap pemuda Tambakboyo semakin waspada terhadap tawaran pinjaman online dan tidak mengambil keputusan finansial secara terburu-buru.

Sebagai bahan edukasi lanjutan, mahasiswa menyiapkan leaflet berjudul “Bijak Mengelola Keuangan – Hindari Jerat Pinjaman Online” serta materi presentasi “Cerdas Kelola Uang, Bebas dari Jerat Pinjaman Online”. Materi tersebut diharapkan dapat digunakan kembali oleh Karang Taruna maupun masyarakat Desa Tambakboyo.
“Melalui edukasi ini, kami ingin teman-teman pemuda lebih memahami cara mengelola keuangan dan mengetahui risiko sebelum menggunakan pinjaman online,” ujar Florence.
Program ini sejalan dengan dua target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN Undip mendorong literasi keuangan di kalangan pemuda. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu mengelola keuangan secara bijak dan menghindari keputusan finansial yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.
Penulis: Florence Felisca
Editor: Azis



