
Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro mengadakan edukasi pengelolaan uang bagi siswa SD Negeri 4 Jelobo, Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari, pada Kamis (6/8/2026). Melalui kegiatan bertajuk “Cerdas Mengelola Uang Sejak Dini”, mahasiswa mengajak siswa mengenal cara menggunakan uang secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung melalui kegiatan yang interaktif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menyasar siswa sekolah dasar karena pengenalan pengelolaan uang dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang mereka temui setiap hari. Uang saku, misalnya, tidak hanya dapat digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan, tetapi juga dapat dikelola dengan menentukan prioritas dan menyisihkan sebagian untuk ditabung.
Alih-alih memulai kegiatan dengan penjelasan satu arah, mahasiswa KKN terlebih dahulu mengajak siswa berbincang mengenai pengalaman mereka menggunakan uang. Siswa diberi pertanyaan sederhana mengenai apa yang biasanya mereka beli, apa yang ingin mereka miliki, dan apa yang akan dilakukan apabila memiliki uang lebih.
Pertanyaan tersebut menjadi pengantar bagi mahasiswa untuk mengenalkan konsep dasar pengelolaan uang. Dengan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa, mahasiswa menjelaskan bahwa penggunaan uang perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.
Salah satu materi yang kemudian dibahas adalah perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Siswa diberikan sejumlah contoh dan diminta menentukan mana yang sebaiknya diprioritaskan. Mereka juga diberi kesempatan untuk menjelaskan alasan di balik pilihan masing-masing.
Suasana kegiatan menjadi semakin hidup ketika siswa mulai memberikan jawaban dan pendapat. Mahasiswa KKN tidak hanya memberikan penilaian benar atau salah, tetapi mengajak siswa memahami alasan di balik setiap pilihan. Dari proses tersebut, siswa belajar bahwa sesuatu yang diinginkan belum tentu harus langsung dibeli, terutama apabila masih terdapat kebutuhan yang lebih penting.
Setelah membahas kebutuhan dan keinginan, mahasiswa mengarahkan pembahasan pada kebiasaan menabung. Siswa diperkenalkan pada gagasan bahwa menabung dapat dilakukan sedikit demi sedikit dan tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar. Menurut mahasiswa, yang perlu dibangun sejak awal adalah kebiasaan menyisihkan uang dan memiliki tujuan atas uang yang disimpan.
“Belajar mengelola uang tidak harus dimulai dari hal yang sulit. Anak-anak bisa memulainya dari kebiasaan sederhana, seperti menentukan apa yang benar-benar dibutuhkan dan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung,” ujar Zhafira dalam kegiatan tersebut.
Untuk memastikan siswa tidak hanya mendengarkan, mahasiswa memberikan ruang bagi mereka untuk bertanya dan menanggapi contoh yang diberikan. Interaksi dua arah tersebut membuat materi lebih mudah dikaitkan dengan pengalaman siswa sehari-hari. Siswa pun terlihat terlibat selama kegiatan, baik ketika menjawab pertanyaan maupun saat menyampaikan pendapat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penerapan keilmuan mahasiswa KKN dari bidang Akuntansi Perpajakan dalam konteks pengabdian kepada masyarakat. Pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan yang pada praktiknya dapat bersifat kompleks disederhanakan menjadi materi yang sesuai dengan usia siswa. Fokus kegiatan bukan pada perhitungan keuangan, melainkan pada pembentukan pemahaman dan kebiasaan dasar dalam menggunakan uang.
Melalui edukasi tersebut, siswa diharapkan mulai memahami bahwa mengelola uang bukan berarti tidak boleh membeli sesuatu yang disukai. Pengelolaan uang justru mengajarkan seseorang untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan, mempertimbangkan sebelum membeli, serta menyisihkan sebagian uang untuk keperluan di kemudian hari.
Di akhir kegiatan, mahasiswa mengajak siswa untuk menerapkan kebiasaan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas, dan menabung secara rutin diharapkan dapat terus dilakukan setelah kegiatan KKN selesai.
Bagi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, kegiatan ini menjadi salah satu upaya menghadirkan edukasi yang tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi memberikan pengalaman belajar yang dapat diterapkan siswa dalam keseharian. Dari kebiasaan kecil dalam mengelola uang, siswa diperkenalkan pada pentingnya membuat keputusan keuangan secara lebih bijak sejak usia dini.
Penulis: Zhafira Hasifaturrahmah





