
Jatengx.com, Sragen — Menyalakan briket kerap menjadi tantangan bagi masyarakat maupun pelaku usaha kuliner yang membutuhkan bara api secara cepat dan stabil. Untuk menjawab persoalan tersebut, edukasi mengenai teknik penyalaan briket dengan Metode Piramida diperkenalkan sebagai salah satu cara sederhana yang dapat diterapkan saat memasak atau memanggang.
Metode ini dilakukan (27/7) dengan menyusun briket menyerupai bentuk piramida. Susunan tersebut dibuat agar panas dapat terkumpul dan aliran udara tetap tersedia di antara briket sehingga proses pembakaran dapat berlangsung lebih optimal.
Tahap pertama dimulai dengan menyiapkan briket dan menyusunnya secara bertumpuk membentuk piramida. Bahan pemicu api yang aman dapat ditempatkan di bagian tengah atau bawah susunan briket. Penggunaan bahan pemicu perlu memperhatikan keamanan dan sebaiknya menghindari cairan yang mudah terbakar atau bahan berbahaya.
Setelah pemicu dinyalakan, api dibiarkan merambat ke briket secara bertahap. Pada tahap ini, briket tidak perlu terus-menerus dikipas karena susunan piramida membantu mempertahankan panas sekaligus menjaga sirkulasi udara di antara tumpukan.
Proses pembakaran umumnya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit, tergantung jenis briket, jumlah yang digunakan, serta kondisi aliran udara. Selama proses tersebut, briket perlu tetap dipantau untuk memastikan pembakaran berlangsung aman dan tidak menghasilkan asap berlebihan.

Briket dinilai siap digunakan ketika permukaannya mulai memutih dan bagian dalamnya menunjukkan bara merah yang stabil. Setelah itu, briket dapat diratakan menggunakan penjepit atau alat yang sesuai pada area pemanggangan.
Selain teknik penyusunan, sirkulasi udara menjadi salah satu faktor penting dalam proses penyalaan briket. Aliran udara yang cukup membantu api berkembang dan menjaga bara tetap menyala. Karena itu, area pemanggangan juga perlu ditempatkan di ruang terbuka atau lokasi dengan ventilasi yang baik.
“Metode Piramida dibuat agar proses menyalakan briket menjadi lebih sederhana. Dengan susunan yang tepat dan sirkulasi udara yang baik, briket dapat lebih cepat menghasilkan bara yang stabil,” ujar pengelola Briket Mantap.
Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa penyalaan briket tidak selalu membutuhkan proses yang rumit. Dengan teknik yang tepat, briket dapat disiapkan secara lebih efisien untuk berbagai kebutuhan memasak dan memanggang.
Meski demikian, faktor keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Proses pembakaran briket sebaiknya dilakukan di tempat terbuka dengan ventilasi yang baik, jauh dari bahan yang mudah terbakar, serta menggunakan alat bantu yang sesuai ketika memindahkan briket panas.
Melalui pengenalan Metode Piramida, masyarakat dan pelaku usaha kuliner diharapkan dapat memperoleh alternatif teknik penyalaan briket yang praktis sekaligus tetap memperhatikan aspek keamanan selama proses pembakaran.
Editor: Azis



