Mahasiswa KKN Undip Bantu UMKM Banyusri Perkuat Identitas Produk melalui Rebranding
Jatengx.com, Sragen — Identitas visual menjadi salah satu bagian penting dalam memperkenalkan produk kepada konsumen. Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN Reguler Universitas Diponegoro (Undip) Desa Banyusri membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat melalui program rebranding produk dengan pembuatan logo usaha.
Program tersebut dilakukan untuk membantu pelaku UMKM membangun identitas produk yang lebih mudah dikenali sekaligus meningkatkan daya tarik visual dalam kegiatan pemasaran.
Mahasiswa KKN merancang logo berdasarkan karakteristik masing-masing usaha. Konsep visual disusun dengan mempertimbangkan nama produk, jenis usaha, serta ciri khas yang dimiliki UMKM Desa Banyusri.
Logo yang dihasilkan nantinya dapat digunakan pada berbagai media promosi, mulai dari kemasan produk, banner, media sosial, hingga materi pemasaran lainnya. Penggunaan identitas visual yang konsisten diharapkan dapat membantu konsumen mengenali produk dengan lebih mudah.
“Logo bukan hanya sekadar gambar pada kemasan. Kami ingin membantu UMKM memiliki identitas yang dapat membedakan produknya dari produk lain sekaligus memperkuat kesan profesional di mata konsumen,” ujar salah satu mahasiswa KKN Undip.
Dalam proses perancangan, mahasiswa tidak hanya memperhatikan aspek estetika. Bentuk, tipografi, dan elemen visual dipilih agar memiliki keterkaitan dengan karakter produk serta dapat merepresentasikan identitas usaha.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperkenalkan pentingnya branding kepada pelaku UMKM. Identitas yang kuat dan konsisten dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran, terutama ketika produk mulai dipasarkan melalui media digital.

Bagi UMKM, logo juga dapat menjadi elemen yang menghubungkan berbagai media promosi. Ketika logo yang sama digunakan pada kemasan, banner, maupun media sosial, konsumen akan lebih mudah mengingat dan mengenali produk.
“Harapannya, logo yang telah dibuat tidak berhenti sebagai hasil kegiatan KKN, tetapi benar-benar digunakan dalam kemasan dan promosi. Dengan begitu, UMKM dapat mulai membangun identitas produknya secara konsisten,” kata mahasiswa tersebut.
Melalui program “Re-branding UMKM Desa Banyusri melalui Pembuatan Logo Produk”, mahasiswa KKN Reguler Undip berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan identitas visual tersebut untuk memperkuat pemasaran dan memperluas pengenalan produk.
Program ini menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung UMKM Desa Banyusri agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pemasaran dan memiliki daya saing yang lebih baik di tengah perkembangan pasar.
Editor: Azis



