Mahasiswa tunjukkan editing kepada perwakilan perangkat desa
Jatengx.com, Sukoharjo – Perkembangan teknologi digital yang sangat cepat membuat pemerintah desa harus mampu menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi dan pengiriman informasi kepada warga. Media sosial tidak hanya berguna untuk menyebarkan informasi, tetapi juga menjadi tempat untuk memperkenalkan berbagai aktivitas, potensi, dan kelebihan yang ada di sebuah desa.
Melihat Pentingnya penggunaan media sosial, mendorong mahasiswa KKN Undip mengadakan program “Pelatihan Kreativitas Digital: Editing Foto, Video, dan Pengelolaan Media Sosial sebagai Media Promosi Desa” untuk para perangkat Desa Pojok.
Pelatihan ini diadakan di Balai Desa Pojok saat jam istirahat perangkat desa pada hari kerja. Mahasiswa menyampaikan waktu ini dipilih agar pelatihan dapat berlangsung tanpa mengganggu kerja dan layanan perangkat desa kepada masyarakat.
Para perangkat desa sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena materi yang disampaikan berhubungan langsung dengan kebutuhan mereka dalam mengelola media sosial desa, meskipun diadakan di tengah kesibukan.
Program ini muncul karena ada keluhan dari perangkat desa tentang pengelolaan media sosial Desa Pojok yang dianggap kurang menarik. Media sosial desa sebetulnya sangat penting untuk memberikan berbagai informasi kepada masyarakat, mulai dari hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan desa, layanan kepada masyarakat, hingga kegiatan dan potensi desa.
Rifdah Hanifah Az Zahra menyampaikan pengelola media sosial yang kurang kreatif dan tidak punya timeline unggahan berdampak terhadap informasi yang akan disampaikan.
“Kurangnya pengetahuan tentang cara membuat dan mengedit konten menjadi salah satu masalah yang membuat hasil unggahan menjadi kurang menarik dan tidak konsisten,” ucapnya.
Melalui masalah itu, mahasiswa KKN memutuskan untuk memberikan pelatihan yang praktis dan mudah diikuti oleh perangkat desa. Pelatihan ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga menunjukkan contoh dan praktik langsung tentang cara mengedit foto dan video sederhana agar menjadi konten yang lebih menarik.
Perangkat desa dikenalkan pada beberapa cara dasar editing, termasuk memilih foto, mengubah tampilan, menambahkan teks, memilih warna, dan mengatur elemen visual agar pesan dapat disampaikan dengan jelas.
Selain belajar mengedit foto dan video, perangkat desa juga diberi pemahaman tentang pentingnya mengelola media sosial dengan konsisten, saat mengelola akun desa, tampilan visual yang seragam dan mudah dikenali bisa membantu menciptakan identitas untuk media sosial. Jadi, mahasiswa KKN juga memberi bimbingan tentang cara menyusun konten, menggunakan template, dan mengatur informasi agar postingan tidak hanya informatif, tapi juga terlihat rapi dan menarik.
Kegiatan ini dilakukan dengan interaktif, melibatkan beberapa anggota perangkat desa dalam praktiknya. Perangkat desa dapat langsung mencoba menerapkan materi yang diajarkan dan berdiskusi tentang masalah yang mereka hadapi saat mengelola media sosial desa, dengan cara praktik ini, diharapkan materi menjadi lebih mudah dimengerti dan bisa diterapkan oleh perangkat desa setelah pelatihan selesai.
Menurut salah satu anggota perangkat desa (inisial A), pelatihan ini sangat bermanfaat karena bisa menambah pengetahuan tentang cara membuat konten digital.
“Alhamdulillah jadi lebih paham cara ngedit dan satset, bikin laman media sosial kami jadi lebih menarik namun tetap mudah dipahami,” ujarnya.
Salah satu hasil utama dari program KKN ini adalah penyerahan template untuk postingan media sosial kepada perangkat Desa Pojok. Template ini dibuat agar mereka bisa terus mengelola media sosial setelah program KKN selesai, dengan adanya template yang sudah ada, perangkat desa tidak perlu mendesain dari awal untuk setiap postingan, sehingga membuat konten menjadi lebih mudah dan cepat.
Template itu juga diharapkan bisa membantu agar tampilan media sosial desa menjadi lebih seragam. Anggota desa bisa menyesuaikan isi template sesuai dengan berbagai jenis publikasi, seperti informasi tentang kegiatan desa, pengumuman, maupun dokumentasi acara. Dengan begitu, hasil dari pelatihan ini tidak hanya berhenti di penyampaian materi, tetapi bisa terus digunakan untuk publikasi desa.
Program ini merupakan salah satu cara bagi mahasiswa KKN untuk membantu meningkatkan kemampuan digital perangkat desa, dengan meningkatnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah.
“Kemampuan dalam mengelola media sosial menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting untuk pemerintah desa. Media sosial yang dikelola dengan baik bisa menjadi penghubung antara pemerintah desa dan warga serta menjadi alat untuk memperkenalkan berbagai potensi yang ada di Desa Pojok,” tutup mahasiswa KKN Undip
Melalui pelaksanaan pelatihan dan penyerahan template tersebut, program KKN ini tidak hanya menciptakan kegiatan yang bersifat sementara, tetapi juga menghasilkan produk yang bisa dipakai dan dikembangkan oleh pegawai desa. Pengelolaan media sosial bisa terus dilanjutkan oleh perangkat Desa Pojok sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan informasi di desa.
Penulis: Rifdah Hanifah Az Zahra
Kontak Media: kknpojokundip@gmail.com
Editor: Azis



