Mahasiswa bersama peserta pelatihan pengolahan ikan bandeng jadi nugget
Jatengx.com, Pekalongan – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun Akademik 2025/2026, Ryeke Nur Afizzah, menginisiasi Program GEMARIKAN (Gemar Makan Ikan) bersama ibu-ibu PKK Desa Tunjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, pada (16/7/2026).
Program yang melibatkan ibu-ibu PKK Desa Tunjungsari tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang bergizi.
Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang dapat menjadi bagian dari pola konsumsi pangan bergizi. Namun, konsumsi ikan dalam keluarga masih kerap disajikan melalui olahan sederhana, seperti digoreng atau dibakar. Bagi sebagian anak, ikan yang disajikan dalam bentuk utuh juga tidak selalu menjadi pilihan makanan yang disukai.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN memperkenalkan diversifikasi olahan ikan melalui pembuatan nugget bandeng. Olahan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif penyajian ikan yang lebih mudah diterima, terutama oleh anak-anak.
“Mahasiswa KKN melaksanakan Program Sosial Kemasyarakatan GEMARIKAN sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan,” jelas Ryeke Nur Afizzah
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan keluarga. Materi yang disampaikan mencakup manfaat konsumsi ikan, kandungan protein dan zat gizi yang terdapat dalam ikan, serta pentingnya membiasakan konsumsi ikan sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai manfaat konsumsi ikan bagi keluarga. Materi yang disampaikan mencakup kandungan protein dan zat gizi dalam ikan serta pentingnya membiasakan konsumsi ikan sejak usia dini.

Setelah sosialisasi, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan nugget ikan bandeng. Mahasiswa memperagakan proses pengolahan secara bertahap, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah ikan bandeng, mencampurkan adonan, membentuk nugget, hingga penyajian.
Ibu-ibu PKK mengikuti setiap tahapan demonstrasi dan memperoleh kesempatan untuk berdiskusi mengenai pengolahan ikan. Sesi tanya jawab juga digunakan untuk membahas berbagai hal yang berkaitan dengan bahan, proses pembuatan, dan kemungkinan penerapannya di rumah.
“Melalui kegiatan GEMARIKAN ini, saya sangat senang karena ibu-ibu PKK dapat mengikuti kegiatan dengan antusias, mulai dari sosialisasi hingga demonstrasi pembuatan nugget ikan bandeng. Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mengolah ikan menjadi makanan yang lebih menarik, terutama bagi anak-anak yang kurang menyukai ikan dalam bentuk utuh,” ujar Ryeke Nur Afizzah.
Agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN juga menyiapkan poster resep nugget ikan bandeng. Poster tersebut memuat bahan dan tahapan pembuatan sehingga dapat digunakan peserta sebagai panduan ketika ingin mempraktikkannya kembali di rumah.
Ryeke berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan mencoba berbagai bentuk olahan ikan sesuai dengan kebutuhan keluarga.
“Harapannya, masyarakat dapat terus menerapkan kebiasaan mengonsumsi ikan dalam keluarga dan mencoba berbagai inovasi olahan ikan. Semoga nugget ikan bandeng ini dapat menjadi salah satu pilihan menu bergizi bagi keluarga serta ke depannya dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumah tangga yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tambahnya Ryeke.

Program GEMARIKAN juga mendukung pencapaian beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini berkaitan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui upaya peningkatan konsumsi pangan bergizi berbasis protein hewani untuk mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well Being) melalui edukasi mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein dan zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan.
Demonstrasi pembuatan nugget ikan bandeng sebagai bentuk diversifikasi produk pangan juga sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah merupakan salah satu bentuk pemanfaatan bahan pangan secara lebih optimal serta mendorong pola konsumsi pangan yang lebih beragam.
Melalui pelaksanaan Program Sosial Kemasyarakatan GEMARIKAN, mahasiswa KKN bersama masyarakat Desa Tunjungsari telah berupaya menghadirkan kegiatan edukatif dan aplikatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, pengurus PKK, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan GEMARIKAN diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keberagaman cara pengolahan ikan diharapkan mampu meningkatkan konsumsi ikan dalam keluarga serta menjadikan ikan sebagai salah satu pilihan pangan bergizi untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Tunjungsari.
Penulis: Ryeke Nur Afizzah
Editor: Azis



