Mahasiswa melaksanakan program pendampingan penerapan budaya Omotenashi dan prinsip 5S secara door to door bagi pelaku UMKM di Desa Babakan
Jatengx.com, Pemalang – Kualitas pelayanan dan kerapian tempat usaha menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, sebagian pelaku UMKM di Desa Babakan masih menghadapi keterbatasan dalam menerapkan standar pelayanan prima serta penataan tempat usaha yang rapi dan terstruktur.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Harlan Yazid Abdullah, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, melaksanakan program pendampingan penerapan budaya Omotenashi dan prinsip 5S sebagai upaya mendorong profesionalisme UMKM lokal.
Program “Penerapan Budaya Omotenashi (Pelayanan Prima ala Jepang) dan Prinsip 5S untuk Peningkatan Daya Saing Pemasaran UMKM Desa Babakan” merupakan bagian dari program sosial kemasyarakatan “From Local to Global: Penguatan Kapasitas dan Digitalisasi UMKM Desa Babakan menuju SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)”. Kegiatan dilaksanakan di Desa Babakan, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, dengan sasaran para pelaku UMKM setempat.
Kegiatan ini dilaksanakan pada (27/7) sebagai respons terhadap pentingnya peningkatan kesan pelanggan dan kebersihan area jualan. Melalui metode pendampingan door-to-door (rumah ke rumah).
Harlan Yazid Abdullah memberikan edukasi singkat mengenai budaya Omotenashi, yaitu pelayanan sepenuh hati khas Jepang serta penerapan prinsip 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) untuk menciptakan lingkungan usaha yang rapi, bersih, dan nyaman. Selain itu, mahasiswa juga menyerahkan media informasi visual sebagai panduan praktis bagi pemilik usaha.
Dalam pelaksanaannya, pendampingan dilakukan secara langsung agar materi yang disampaikan dapat disesuaikan dengan kondisi tempat usaha masing-masing. Pendekatan personal ini mempermudah pelaku usaha dalam memahami konsep pelayanan prima dan langsung mempraktikkan penataan kerapian di lokasi jualan mereka.
Salah satu pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut menyambut baik adanya edukasi ini. Ia merasa pendampingan langsung memberikan wawasan baru yang praktis untuk diterapkan sehari-hari.
“Dengan adanya pendampingan ini, saya jadi lebih paham cara memberikan pelayanan yang ramah dan menata tempat jualan supaya lebih rapi. Tampilan toko jadi lebih bersih dan pembeli juga merasa lebih nyaman saat berkunjung,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap pelaku UMKM di Desa Babakan dapat secara konsisten menerapkan budaya pelayanan prima dan menjaga kerapian tempat usaha. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya pikat pemasaran serta kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.
Pendampingan Omotenashi dan 5S ini diharapkan dapat mendukung penguatan kapasitas UMKM Desa Babakan agar memiliki daya saing yang lebih tinggi, sekaligus mendukung pencapaian SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Penulis/Reporter: Harlan Yazid Abdullah
Fotografer: Aisyah Ambar Sari
Kontak Media/Humas Kelompok: @kknrundip.babakan
Editor: Azis



