Foto bersama seusai pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani melalui simulasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) briket arang sekam padi
Jatengx.com, Pemalang – Pengembangan usaha briket arang sekam padi tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk. Perhitungan biaya produksi menjadi bagian penting agar kelompok tani dapat mengetahui nilai sebenarnya dari produk yang dihasilkan serta memperkirakan potensi keuntungan usaha. Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN yang memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani melalui simulasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) briket arang sekam padi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenali berbagai komponen biaya yang muncul selama proses produksi. Perhitungan dilakukan mulai dari kebutuhan bahan baku hingga biaya lain yang berkaitan dengan proses pengolahan briket.
“Melalui simulasi ini, kami ingin membantu kelompok tani memahami bahwa menghitung biaya produksi dapat dilakukan secara sederhana. Dengan mengetahui HPP, kelompok tani memiliki gambaran mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan setiap produk,” ujar Suryo Nugroho.
Simulasi dilakukan secara bertahap agar peserta dapat mengikuti alur perhitungan secara langsung. Dengan pendekatan tersebut, HPP diperkenalkan bukan sebagai perhitungan yang rumit, melainkan sebagai bagian dari pengelolaan usaha yang dapat dilakukan secara sederhana.
Melalui perhitungan HPP, kelompok tani dapat mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga jual dan melihat potensi keuntungan dari kegiatan produksi.
Pelatihan tidak berhenti pada perhitungan biaya produksi. Mahasiswa KKN juga memberikan edukasi dasar mengenai pencatatan kas masuk dan kas keluar.
Peserta diperkenalkan pada pentingnya mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran yang berkaitan dengan usaha. Pencatatan sederhana tersebut dapat membantu kelompok tani memantau arus keuangan secara lebih teratur dan mengetahui kondisi usaha dari waktu ke waktu.
“Pencatatan kas masuk dan kas keluar juga penting karena kelompok tani dapat melihat pergerakan keuangan usaha dengan lebih jelas. Catatan tersebut nantinya bisa digunakan untuk mengevaluasi apakah biaya yang dikeluarkan sudah sebanding dengan pendapatan yang diperoleh,” ujar Suryo Nugroho, selaku Koordinator Desa.
Bagi usaha yang sedang dikembangkan, pencatatan keuangan menjadi bagian penting untuk melihat hubungan antara biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh. Dari catatan tersebut, kelompok tani dapat mulai mengevaluasi kegiatan produksi dan mempertimbangkan langkah pengembangan usaha berikutnya.
Pendampingan ini sekaligus memperkenalkan cara pandang bahwa pengembangan briket arang sekam padi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana produk tersebut dikelola sebagai sebuah kegiatan ekonomi.
Ketika biaya produksi dapat dihitung dan pemasukan serta pengeluaran dicatat secara rutin, kelompok tani memiliki dasar yang lebih jelas untuk mengevaluasi usaha briket arang sekam padi.
Dengan demikian, pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku briket tidak hanya menjadi kegiatan produksi, tetapi juga dapat diarahkan menjadi usaha yang dikelola secara lebih terukur.
Penulis/Reporter: Novfridyanta Romen Ardhana
NIM: 40011423630168
Kontak Media: @cibiyukukuruyuk / desacibiyukkkn@gmail.com
Editor: Azis



