
Penguatan Keamanan Pangan pada Pengolahan Produk Olahan Lele Guna Mencegah Food Borne Disease
Jatengx.com, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro
(UNDIP) Periode 2025/2026, Fathia dari program studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas
Kesehatan Masyarakat, melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Wonorejo,
Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini difokuskan pada edukasi penguatan
keamanan pangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolahan produk
lele, guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Kehidupan
Sehat dan Sejahtera), didukung poin 2 (Tanpa Kelaparan) dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi
yang Bertanggung Jawab).
Berdasarkan hasil survei lapangan, Desa Wonorejo memiliki sejumlah pelaku UMKM yang
mengembangkan produk olahan lele, seperti nugget lele, abon lele, dan lele ungkep, sebagai
upaya diversifikasi pangan sekaligus peningkatan ekonomi warga. Namun, proses pengolahan
pangan yang tidak memperhatikan prinsip higiene dan sanitasi berisiko menimbulkan
kontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, maupun bahan berbahaya lain, yang dapat berdampak
pada kejadian diare, mual, muntah, sakit perut, hingga keracunan makanan (food borne
disease) pada konsumen.
Menanggapi risiko tersebut, Fathia menyusun leaflet edukasi keamanan pangan yang
mencakup pengenalan risiko kontaminasi, prinsip higiene dalam pengolahan, checklist produk
aman, serta panduan pengemasan yang baik. Leaflet ini merujuk pada Five Keys to Safer Food
dari World Health Organization (WHO) — bersih, terpisah, matang, suhu aman, dan bahan baku
aman — yang dipadukan dengan pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB)
dari BPOM RI dan Pedoman Higiene Sanitasi Pangan dari Kementerian Kesehatan RI.
“Melalui booklet dan checklist yang kami susun, pelaku UMKM diajak menerapkan enam prinsip
higiene dalam pengolahan, mulai dari memastikan bahan baku lele segar dan tidak berbau
menyimpang, mencuci bahan baku dengan air bersih mengalir, mencuci tangan dan alat
sebelum serta sesudah mengolah pangan, memisahkan alat untuk bahan mentah dan matang,
memasak hingga matang sempurna, hingga menggunakan wadah dan permukaan kerja yang
bersih,” jelas Fathia.
Kegiatan implementasi program diwujudkan melalui sosialisasi langsung kepada pelaku UMKM
dan masyarakat Desa Wonorejo mengenai kenali risiko keamanan pangan, panduan praktis
keamanan pangan untuk pengolahan produk olahan lele, checklist produk aman yang
digunakan setiap kali produksi, serta tata cara pengemasan yang baik menggunakan kemasan
food grade, bersih, kering, dan tertutup rapat, lengkap dengan pencantuman nama produk, komposisi, tanggal produksi, batas konsumsi, dan cara penyimpanan sesuai prinsip
FIFO/FEFO.
Pelaku UMKM pengolahan lele, Ibu Woro Wulandari, menyambut baik program edukasi
keamanan pangan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Undip. Melalui program penguatan
keamanan pangan ini, mahasiswa berharap pelaku UMKM dan masyarakat Desa Wonorejo
semakin memahami pentingnya pencegahan kontaminasi pangan sejak pemilihan bahan baku
hingga penyimpanan produk, sejalan dengan pilar SDGs Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta
turut mendukung ketahanan pangan dan pola produksi pangan olahan yang lebih bertanggung
jawab.
Penulis: Fathia [Nama Lengkap]
Editor: Tim KKN Desa Wonorejo




