
Edukasi Terkait Lubang Biopori sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga guna Mencegah Dampak
Kesehatan Akibat Pembakaran SampahJatengx.com, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro
(UNDIP) Periode 2025/2026, Fathia Febianti dari program studi Kesehatan Masyarakat,
Fakultas Kesehatan Masyarakat, melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa
Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini berupa edukasi mengenai
pembuatan dan pemanfaatan lubang resapan biopori (LRB) sebagai alternatif pengelolaan
sampah organik rumah tangga, guna mendukung pencapaian Sustainable Development
Goals(SDGs) poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), didukung poin 11 (Kota dan
Permukiman yang Berkelanjutan) serta poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung
Jawab).
Berdasarkan hasil survei lapangan, sebagian besar warga Desa Wonorejo masih mengelola
sampah organik rumah tangga, seperti sisa dapur dan dedaunan, dengan cara dibakar.
Padahal, kebiasaan tersebut berisiko menimbulkan paparan asap dan partikel polutan yang
dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga memperberat kondisi penyakit tidak
menular pada warga sekitar, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu
hamil.

Menanggapi permasalahan tersebut, Fathia Febianti menginisiasi program edukasi lubang
biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Melalui pendekatan promosi kesehatan, program ini menyasar aspek pencegahan penyakit
akibat pencemaran udara dari pembakaran sampah, sekaligus mendorong perubahan perilaku
warga dalam mengelola limbah rumah tangga secara mandiri.
Kegiatan implementasi program diwujudkan melalui sosialisasi dan edukasi langsung kepada
warga mengenai bahaya kesehatan dari pembakaran sampah, cara pembuatan lubang biopori
sederhana, serta manfaatnya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Selain pemaparan
materi, mahasiswa juga membagikan media edukasi berupa poster sebagai panduan yang
dapat digunakan warga. Perwakilan dari perangkat Desa Wonorejo, Bapak Sutarno, menyambut baik program edukasi
yang dilaksanakan mahasiswa KKN Undip. Ia berharap kesadaran warga terhadap dampak
kesehatan dari pembakaran sampah dapat meningkat, sehingga praktik tersebut berangsur
berkurang di lingkungan desa.
Melalui program edukasi lubang biopori ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Wonorejo
semakin memahami keterkaitan antara pengelolaan sampah rumah tangga dan kesehatan
lingkungan, sejalan dengan pilar SDGs Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta turut mendukung
terciptanya permukiman yang bersih dan pola konsumsi-produksi yang lebih bertanggung
jawab.
Penulis: Fathia Febianti
Editor: Tim KKN Desa Wonorejo



