Infografis pelayanan kesehatan Desa Bendungan yang disusun sebagai salah satu luaran Program Multidisiplin 2 untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai layanan dan fasilitas kesehatan yang tersedia.
Jatengx.com, Sragen – Ketika membutuhkan layanan kesehatan, masyarakat tidak hanya memerlukan fasilitas yang mudah dijangkau, tetapi juga informasi yang jelas mengenai lokasi dan layanan yang tersedia. Persoalannya, informasi tersebut terkadang masih tersebar di berbagai sumber sehingga masyarakat harus mencari atau menanyakannya kembali.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2025/2026 melalui Program Kerja Multidisiplin 2 di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Mahasiswa mengembangkan Linktree informasi kesehatan Desa Bendungan sebagai media digital yang menghimpun berbagai informasi pelayanan kesehatan dalam satu tautan. Masyarakat diharapkan dapat menemukan informasi yang dibutuhkan tanpa harus membuka berbagai sumber secara terpisah.
Program tersebut tidak sekadar mengandalkan pencarian informasi melalui internet. Mahasiswa juga melakukan pengumpulan data secara langsung di lapangan untuk memastikan informasi yang dimasukkan sesuai dengan kondisi pelayanan kesehatan di Desa Bendungan.
Data dikumpulkan langsung dari lapangan
Salah satu tahapan yang dilakukan mahasiswa adalah melakukan wawancara dengan bidan desa. Informasi yang diperoleh digunakan untuk melengkapi sekaligus memverifikasi data pelayanan kesehatan yang akan dimasukkan ke dalam Linktree.
Data yang telah dihimpun kemudian dikelompokkan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Informasi mengenai Puskesmas Pembantu (Pustu) Bendungan dan Puskesmas Kedawung, misalnya, disertakan sebagai rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Informasi tersebut disusun dalam bentuk tautan sehingga masyarakat dapat memilih layanan atau informasi yang dibutuhkan. Cara tersebut diharapkan membuat pencarian informasi kesehatan menjadi lebih sederhana.
Selain informasi mengenai fasilitas pelayanan kesehatan, Linktree juga disiapkan untuk memuat informasi pendukung lain yang berkaitan dengan kesehatan di Desa Bendungan. Dengan demikian, satu tautan dapat menjadi pintu masuk menuju sejumlah informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Pembuatan media digital tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan. Mahasiswa terlebih dahulu mengidentifikasi jenis informasi yang dibutuhkan, kemudian mengumpulkan dan memverifikasi data, menyusun informasi, hingga memasukkannya ke dalam Linktree.
Setelah selesai, Linktree informasi kesehatan tersebut diserahkan kepada Pemerintah Desa Bendungan sebagai salah satu luaran Program Kerja Multidisiplin 2.
Diharapkan terus diperbarui
Keberadaan media digital tersebut diharapkan tidak berhenti setelah program KKN berakhir. Pemerintah desa dapat memperbarui informasi secara berkala sesuai dengan perubahan fasilitas maupun pelayanan kesehatan yang tersedia.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Linktree dapat dikembangkan menjadi salah satu pusat informasi kesehatan desa. Masyarakat tidak hanya memperoleh informasi secara lebih praktis, tetapi juga memiliki satu media yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai informasi pelayanan kesehatan.
Program tersebut mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyediaan akses terhadap informasi pelayanan kesehatan. Kegiatan juga berkaitan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai media penyebaran informasi di tingkat desa.
Selain itu, kemudahan akses terhadap informasi pelayanan kesehatan turut mendukung SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, terutama dalam memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang dibutuhkan.
Dari sisi pengabdian, program ini mencakup aspek sosial, teknologi, lingkungan, dan ekonomi. Aspek sosial terlihat dari upaya mempermudah masyarakat memperoleh informasi pelayanan kesehatan. Pada aspek teknologi, penggunaan Linktree menjadi bentuk sederhana digitalisasi informasi di tingkat desa.
Pemanfaatan media digital juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan informasi cetak. Sementara dari sisi ekonomi, informasi yang terpusat dapat membantu masyarakat memperoleh informasi dasar secara lebih efisien tanpa harus melakukan pencarian atau kunjungan hanya untuk mengetahui informasi pelayanan.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Undip berharap digitalisasi informasi kesehatan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Bendungan. Pengelolaan dan pembaruan informasi secara berkala menjadi kunci agar media tersebut tetap relevan dan dapat digunakan sebagai salah satu pintu akses informasi kesehatan desa.
Penulis/Reporter: Safira Ramadhania Yoelva
Jurusan Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro
Editor: Azis



