Mahasiswa KKN UNDIP Paparkan Hasil Pendataan dan Digitalisasi Data Peternakan Desa
Jatengx.com, Sragen — Potensi peternakan di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, mulai ditata melalui pendataan dan digitalisasi. Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro membantu mendata peternak, jenis ternak, jumlah ternak, serta kelompok peternak yang ada di desa tersebut.
Program kerja ini dilakukan untuk membantu Pemerintah Desa Bendungan memiliki data peternakan yang lebih rapi dan mudah diperbarui. Data tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun berbagai program untuk membantu peternak.
Desa Bendungan memiliki berbagai jenis ternak yang dipelihara masyarakat. Ternak tersebut antara lain sapi potong, sapi perah, kambing, domba, ayam, dan bebek.
Selama ini, pendataan peternakan masih menghadapi kendala karena belum seluruh informasi tersedia dalam satu sistem digital. Kondisi tersebut dapat menyulitkan pemerintah desa ketika membutuhkan data untuk perencanaan bantuan, pelatihan, vaksinasi, maupun pemantauan kesehatan ternak.
Melalui program Pendataan dan Digitalisasi Data Peternakan Desa, mahasiswa KKN melakukan pendataan langsung kepada warga. Proses dilakukan dengan mendatangi peternak, melakukan wawancara, serta mengumpulkan informasi mengenai ternak dan kelompok peternak.
Data Peternak Dikumpulkan
Data yang dihimpun meliputi identitas peternak, alamat, nomor kontak, jenis ternak yang dipelihara, serta jumlah ternak.
Data juga mencatat kondisi kelompok peternak, seperti nama kelompok, ketua, jumlah anggota aktif, legalitas kelompok, dan kegiatan yang dilakukan.
Informasi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam database digital. Dengan cara ini, data peternakan dapat disimpan lebih rapi dan diperbarui apabila terjadi perubahan.
“Dari ketelitian data peternakan desa, terwujud ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak rakyat yang berkelanjutan.” tegas Irsyad Syaddad Satrianto
Pendataan tersebut diharapkan membantu pemerintah desa mengetahui kondisi peternakan secara lebih jelas. Data yang tersedia dapat digunakan untuk menentukan program bantuan pakan, bibit, vaksinasi, maupun pelatihan bagi peternak.
Data mengenai jumlah dan lokasi ternak juga dapat membantu dalam menghadapi penyakit hewan. Jika terjadi penyakit menular, informasi mengenai peternak dan ternak di wilayah desa dapat menjadi bahan untuk membantu proses penanganan.
Selain itu, data kelompok peternak dapat memudahkan pemerintah desa dalam melakukan pembinaan dan mengembangkan kerja sama dengan pihak lain.
Data Harus Terus Diperbarui
Digitalisasi bukan hanya soal memindahkan data dari kertas ke komputer. Data yang sudah dibuat juga perlu diperbarui secara rutin agar tetap sesuai dengan kondisi di lapangan.
Jumlah ternak dapat berubah, peternak baru dapat muncul, sementara anggota kelompok peternak juga dapat mengalami perubahan. Karena itu, keberlanjutan pendataan menjadi bagian penting dari program ini.
Bagi masyarakat, data yang lebih tertata diharapkan dapat membantu membuka akses terhadap berbagai program pengembangan peternakan. Bagi pemerintah desa, data tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan warga.
Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, dan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Sektor peternakan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat sekaligus menyediakan sumber protein hewani. Sementara itu, penggunaan sistem digital menjadi langkah sederhana untuk memperbaiki pengelolaan data di tingkat desa.
Program ini juga berkaitan dengan empat pilar pengabdian Universitas Diponegoro, yakni lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya. Pendataan dapat membantu melihat potensi pengelolaan limbah ternak, memperkuat kelompok peternak, mendukung pengembangan usaha, serta mempertahankan kegiatan beternak sebagai bagian dari kehidupan masyarakat desa.
Melalui pendataan tersebut, Desa Bendungan diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai potensi peternakannya. Data yang terus diperbarui dapat menjadi dasar bagi pemerintah desa untuk mengembangkan sektor peternakan secara lebih terarah.
Penulis: Irsyad Syaddad Satrianto
Editor: Azis



