Pelaksanaan edukasi penentuan harga jual produk berbasis HPP bersama masyarakat Desa Bendungan.
Jatengx.com, Sragen – Menentukan harga jual produk tidak cukup hanya dengan memperhatikan harga pasar. Pelaku usaha perlu mengetahui secara rinci biaya yang dikeluarkan selama proses produksi agar harga yang ditetapkan dapat menutup biaya sekaligus memberikan keuntungan.
Hal itu menjadi fokus Program Kerja Multidisiplin 1 KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2025/2026 di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).
Melalui program tersebut, mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Harga Pokok Produksi (HPP) dan penerapannya dalam menentukan harga jual produk.
Materi disusun untuk membantu masyarakat memahami bahwa penetapan harga jual perlu didasarkan pada perhitungan biaya produksi. Tanpa perhitungan yang tepat, pelaku usaha dapat mengalami kesulitan dalam mengetahui besarnya keuntungan yang sebenarnya diperoleh.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan tiga komponen utama HPP, yakni biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead. Ketiga komponen tersebut menjadi dasar untuk menghitung total biaya produksi dan HPP setiap unit produk.
Setelah memahami komponen biaya, peserta diajak menghitung HPP per unit dan menentukan harga jual berdasarkan persentase keuntungan yang diinginkan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui pembahasan studi kasus sehingga peserta dapat melihat hubungan antara biaya produksi, HPP, harga jual, dan keuntungan.
Dilengkapi modul dan Excel
Tidak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa KKN juga menyiapkan Modul Penentuan Harga Jual Produk sebagai panduan yang dapat digunakan masyarakat setelah kegiatan berakhir.
Modul tersebut berisi tahapan perhitungan HPP, cara menentukan harga jual, serta contoh kasus yang dapat digunakan sebagai bahan latihan. Mahasiswa juga menyediakan template Microsoft Excel untuk membantu masyarakat mencatat biaya produksi dan menghitung HPP serta harga jual.
Penggunaan template tersebut diharapkan memudahkan masyarakat melakukan perhitungan secara lebih sistematis. Data biaya dan jumlah produksi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing usaha sehingga hasil perhitungan dapat menjadi dasar dalam menentukan harga produk.
Pemahaman mengenai HPP juga diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih tertib dalam mencatat biaya usaha. Dengan mengetahui jumlah biaya yang dikeluarkan, pelaku usaha dapat memperkirakan keuntungan secara lebih akurat dan mengevaluasi harga jual yang diterapkan.
Program edukasi tersebut turut mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Selain aspek ekonomi, kegiatan tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, sementara masyarakat mendapatkan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha.
Melalui program tersebut, masyarakat Desa Bendungan diharapkan dapat menghitung biaya produksi secara lebih cermat dan menentukan harga jual berdasarkan kondisi usaha masing-masing. Modul dan template Microsoft Excel yang diberikan juga diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam pengelolaan usaha secara lebih tertib dan berkelanjutan.
Penulis/Reporter: Nabila Listya Putri
Program Studi: Akuntansi Perpajakan, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro
Program: KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro 2025/2026
Program Kerja: Multidisiplin 1
Editor: Azis



