Bramantya Adi Nugroho, mahasiswa KKN UNDIP Tim II serahkan cetakan lilin dan leafet kepada Pemerintah Desa
Jatengx.com, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II menghadirkan inovasi berupa cetakan lilin berbahan gipsum untuk membantu meningkatkan keteraturan dan konsistensi produksi lilin di Desa Bendungan.
Inovasi tersebut dikembangkan sebagai alat bantu produksi sederhana yang dapat digunakan secara berulang. Kehadiran cetakan diharapkan dapat membantu masyarakat menghasilkan lilin dengan bentuk dan ukuran yang lebih seragam dibandingkan proses pencetakan secara manual.
Sebelumnya, proses pencetakan lilin secara manual berpotensi menghasilkan produk dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Kondisi tersebut dapat memengaruhi tampilan produk serta konsistensi hasil, khususnya ketika produksi dilakukan dalam jumlah banyak.
Melihat kondisi tersebut, Bramantya Adi Nugroho, mahasiswa Prodi Rekayasa Perancangan Mekanik merancang cetakan yang disesuaikan dengan kebutuhan produksi masyarakat. Ia menjelaskan gipsum dipilih sebagai bahan cetakan karena dapat dibentuk sesuai desain yang diinginkan dan memungkinkan pembuatan alat dengan konstruksi yang relatif sederhana.
Proses pembuatan diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, kemudian menentukan bentuk dan ukuran cetakan. Setelah rancangan ditetapkan, cetakan dibuat menggunakan gipsum dan selanjutnya melalui proses pengeringan serta pemeriksaan sebelum digunakan untuk mencetak lilin.
Dalam perancangannya, mahasiswa turut memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari kemudahan pembuatan dan penggunaan hingga proses pelepasan lilin dari cetakan. Faktor keamanan juga menjadi perhatian, terutama karena proses produksi melibatkan penggunaan lilin dalam kondisi cair.
Penggunaan cetakan tersebut memberikan sejumlah manfaat bagi proses produksi. Selain membantu menghasilkan bentuk lilin yang lebih seragam, cetakan juga dapat mempermudah proses pencetakan dan digunakan kembali sehingga mendukung efisiensi produksi masyarakat.
“Dari rancangan sederhana, lahir produk yang lebih seragam mulai dari produksi yang konsisten, tumbuh peluang bagi usaha masyarakat.” ujar Bramantya Adi Nugroho.
Program ini juga memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Melalui penerapan teknologi sederhana tersebut, mahasiswa KKN berupaya memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan potensi produk lokal Desa Bendungan.
Program perancangan dan pembuatan cetakan lilin ini menjadi contoh bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan peralatan yang kompleks. Dengan memanfaatkan material yang sesuai dan merancang alat berdasarkan kebutuhan di lapangan, teknologi sederhana dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut terlaksana dengan dukungan Pemerintah Desa Bendungan, masyarakat Desa Bendungan, Dosen Pembimbing Lapangan, serta berbagai pihak yang turut mendukung pelaksanaan program KKN.
Penulis: Bramantya Adi Nugroho
Editor: Azis



