Mahasiswa KKN UNDIP memberikan pendampingan dan menyerhakan banner digitalisasi pemasaran kepada pelaku usaha Telur Arab Bryan
Jatengx.com, Klaten — Denyut ekonomi warga Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, mendapat suntikan semangat baru. Tim KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro turun langsung menyambangi rumah-rumah pelaku usaha untuk mengenalkan digitalisasi pemasaran, sebuah langkah kecil yang diharapkan membawa dampak besar bagi nilai jual produk lokal.
Pendekatan door to door sengaja dipilih bukan tanpa alasan. mahasiswa menyadari setiap UMKM punya karakter dan kebutuhan yang berbeda, sehingga materi yang disampaikan pun disesuaikan langsung di lapangan. Cara ini juga membuka ruang diskusi yang lebih hangat dan personal antara mahasiswa dan pelaku usaha, jauh dari kesan sosialisasi formal yang kaku.
Empat UMKM menjadi sasaran program yang berlangsung pada jumat (7/8), yaitu Mas Tri Shuttlecock dengan merek Diplomat, Keripik Pisang Azista, Telur Asin Pak Bidut, dan Telur Arab Bryan. Keempatnya mewakili potensi ekonomi kreatif desa yang selama ini berjalan secara tradisional, namun kini siap melangkah lebih jauh ke ranah digital.
Koordinator Desa, Wahyu Tri Yulianto menjelaskan bahwa program ini digarap secara kolaboratif oleh sembilan anggota tim lintas program studi, masing-masing membawakan materi sesuai kebutuhan tiap UMKM.
“Program ini akan dibagi menjadi beberapa sesi materi dan disampaikan oleh anggota tim yang mempunyai latar belakang sesuai dengan materi sesuai kebutuhan UMKM. Langkah ini diambil untuk mendukung penyampaian materi yang lebih mudah dipahami pelaku UMKM,” jelasnya Wahyu Tri Yulianto
Faisa dari Program Studi Hukum menyampaikan materi terkait legalitas merek, termasuk merek yang telah kedaluwarsa serta pengurusan PIRT. Tania dari Program Studi Ilmu Pemerintahan berfokus pada pendaftaran NIB (Nomor Induk Berusaha) serta pemetaan lokasi usaha di Google Maps.
Pembukuan usaha pun tak luput dari perhatian. Retni dari Program Studi Akuntansi dan Perpajakan mendampingi pelaku usaha dalam pencatatan keuangan sederhana melalui modul yang telah disiapkan.
sementara Mutia dari Program Studi Ilmu Perpustakaan membantu penyusunan katalog produk agar tampilan usaha semakin profesional. Sandra dari Program Studi Teknologi Pangan turut mendampingi dengan memberikan edukasi hygiene dalam proses produksi, memastikan produk yang dihasilkan tetap terjaga kebersihan dan kualitasnya.
Sisi operasional juga ikut dibenahi. Nurul dari Program Studi Administrasi Publik memberikan materi terkait SOP pelayanan dan template pencatatan pesanan harian agar usaha berjalan lebih tertata. Nashwa merancang poster, logo, hingga desain label kemasan untuk memperkuat identitas visual produk, sedangkan Nanda dari Program Studi Matematika menyusun booklet panduan e-commerce sebagai bekal pelaku usaha memulai penjualan daring. Wahyu dari Program Studi Teknik Listrik Industri melengkapi pendampingan lewat promosi berbasis poster, pemetaan Google Maps, pengenalan platform e-commerce, hingga edukasi penggunaan lampu otomatis untuk efisiensi usaha.
Sebagai penunjang promosi jangka panjang, tim KKN juga memberikan banner kepada masing-masing UMKM yang dikunjungi. Banner ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas usaha di lokasi masing-masing sekaligus memperkuat identitas produk di mata konsumen.
Program pemberdayaan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penguatan daya saing UMKM sejalan dengan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), sementara pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran mendukung SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Upaya memperkuat potensi ekonomi lokal berbasis masyarakat ini juga menjadi kontribusi nyata terhadap SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).
Melalui pendampingan ini, pelaku UMKM di Desa Bolali diharapkan tidak hanya memahami pentingnya legalitas usaha dan pengelolaan keuangan yang rapi, tetapi juga mampu memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Bekal katalog produk, identitas merek yang lebih kuat, serta pemahaman dasar e-commerce menjadi modal berharga agar produk-produk lokal Desa Bolali dapat bersaing dan menjangkau konsumen yang lebih luas di luar wilayah desa.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Undip dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pemanfaatan teknologi dan strategi pemasaran yang lebih modern.
Editor: Azis



