Mahasiswa KKN-T IDBU 14 Universitas Diponegoro menyerahkan buku panduan kepada pelaku UMKM
Jatengx.com, Kab. Semarang — Desa Branjang memiliki beragam potensi ekonomi yang berkembang melalui aktivitas usaha masyarakatnya di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, hingga produk olahan dan jasa. Dalam konteks ini, terdapat sejumlah UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa, di antaranya UMKM kopi, susu perah, parfum, serta kerajinan resin Sigur.id.
Di Dusun Branjang, khususnya wilayah RW 1, keempat UMKM tersebut menjadi bagian dari fokus pendampingan Kelompok 3 KKN-T IDBU 14 Universitas Diponegoro, yang merupakan salah satu dari tiga kelompok pelaksana di Desa Branjang. Tim KKN-T IDBU 14 sendiri terdiri dari 30 mahasiswa yang dibagi ke dalam tiga kelompok, dengan sebaran wilayah pendampingan yang berbeda di setiap dusunnya.
Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan Program Multidisiplin 1 pada Kelompok 3, yang mengusung tema “Model Terpadu Pengembangan Kapasitas UMKM melalui Integrasi Legalitas, Tata Kelola, Standarisasi Produk, Produksi, dan Digitalisasi dalam Mendukung Penguatan Pasar Kreatif Desa Branjang.” Program ini dirancang sebagai upaya kolaboratif lintas bidang keilmuan untuk menyusun Buku Panduan UMKM yang dapat digunakan sebagai acuan penguatan kapasitas usaha masyarakat.
Sebelum penyusunan buku dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu melaksanakan observasi lapangan dan wawancara langsung dengan pelaku UMKM di RW 1 Dusun Branjang. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai kondisi aktual usaha, mulai dari proses produksi, pengelolaan usaha, pemasaran, hingga tantangan yang dihadapi dalam pengembangan usaha sehari-hari.
Hasil pengumpulan data tersebut menjadi fondasi utama dalam penyusunan Buku Panduan UMKM. Pendekatan yang digunakan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi berbasis pada kebutuhan nyata yang ditemukan di lapangan. Dengan demikian, setiap materi yang disusun dalam buku diarahkan untuk menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi oleh pelaku UMKM.
Dalam proses tersebut, Diana Rizki, mahasiswa Antropologi Sosial Universitas Diponegoro, berperan dalam penyusunan bagian latar belakang Buku Panduan UMKM. Tugas ini mencakup pengolahan hasil observasi dan wawancara untuk menggambarkan kondisi UMKM di RW 1 Dusun Branjang, serta merumuskan konteks sosial dan kebutuhan pengembangan usaha sebagai dasar penyusunan materi panduan.
Peran tersebut menempatkan penyusunan latar belakang sebagai bagian penghubung (bridging) dalam alur kerja multidisiplin, yaitu menghubungkan hasil temuan lapangan dengan penyusunan materi teknis oleh anggota tim dari berbagai bidang keilmuan. Dengan demikian, sebelum masuk ke materi seperti legalitas usaha, standardisasi produk, tata kelola, perpajakan, pemasaran, dan digitalisasi, diperlukan pemahaman awal mengenai konteks dan kebutuhan UMKM secara menyeluruh.
Fungsi penghubung ini kemudian diperkuat melalui pendampingan awal kepada pelaku UMKM di RW 1 Dusun Branjang. Dalam tahap ini, Diana Rizki sebagai penulis latar belakang Buku Panduan UMKM menyampaikan tujuan penyusunan buku tersebut serta memberikan gambaran mengenai arah pengembangan kapasitas usaha yang akan dilakukan secara bertahap. Pendekatan ini bertujuan agar pelaku UMKM tidak hanya menjadi objek penerima materi, tetapi juga memahami alur dan tujuan dari keseluruhan program pendampingan.
“Bagian latar belakang buku panduan UMKM kami rancang sesuai dengan hasil observasi dan wawancara yang dibuat secara sistematis sehingga masyarakat utamanya para pelaku UMKM dapat mengetahui kegunaan serta alur dan tujuan dari program pendampingan,” ungkap Diana Rizki

Diana Rizki menegaskan bahwa penyusunan Buku Panduan UMKM juga mempertimbangkan konteks kelembagaan ekonomi desa, khususnya keberadaan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Branjang. Pada saat pelaksanaan program, koperasi tersebut belum beroperasi secara optimal, sehingga pelaku UMKM belum memiliki akses penuh terhadap fungsi koperasi sebagai wadah pengembangan dan pemasaran usaha.
Kondisi ini menjadi salah satu dasar penting dalam penyusunan buku, karena menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperkuat kesiapan UMKM sejak tahap awal. Oleh karena itu, Buku Panduan UMKM diarahkan sebagai media persiapan yang membantu pelaku usaha memahami dan meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha sebelum terintegrasi dengan sistem koperasi desa.
Dengan adanya panduan ini, pelaku UMKM diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai aspek-aspek dasar pengelolaan usaha, sehingga ketika Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi, mereka telah memiliki kesiapan yang lebih matang untuk berpartisipasi dalam ekosistem ekonomi desa.
Secara keseluruhan, Program Multidisiplin 1 tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen panduan, tetapi juga pada proses integrasi antara hasil observasi lapangan, analisis kebutuhan, dan penyusunan materi lintas disiplin. Alur ini membentuk rangkaian kerja yang dimulai dari pengumpulan data, perumusan kebutuhan, penyusunan panduan, hingga pendampingan awal kepada pelaku UMKM.
Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mendorong penguatan kapasitas usaha lokal, peningkatan produktivitas, serta pengembangan ekonomi desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai mahasiswa Antropologi Sosial, Diana Rizki berharap Buku Panduan UMKM ini tidak berhenti sebagai dokumen administratif hasil program KKN belaka, melainkan juga dapat menjadi wadah belajar bersama antara mahasiswa dan pelaku UMKM. Proses penyusunan yang diawali dengan mendengar dan memahami kondisi masyarakat menjadi bagian penting untuk merumuskan kebutuhan yang benar-benar berangkat dari lapangan.
Baginya, penguatan ekonomi desa tidak dapat dilepaskan dari pemahaman terhadap konteks sosial masyarakat yang menjadi pelakunya. Selain itu, dengan adanya kehadiran Koperasi Desa Merah Putih nantinya harapannya dapat berjalan beriringan dengan kesiapan pelaku UMKM yang telah dibangun sejak awal melalui program ini. Dimana pelaku UMKM telah memiliki kapasitas dan kesiapan untuk mengambil bagian di dalamnya.
Dengan pendekatan tersebut, Buku Panduan UMKM diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem ekonomi Desa Branjang yang lebih siap, terhubung, dan berdaya saing melalui kolaborasi antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan kelembagaan ekonomi desa.
Penulis: Diana Rizki, Mahasiswa Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro.
Dosen Pembimbing : Gani Nur Pramudyo, S.S., M.Hum.
Editor: Azis



