
KLATEN, 2026 – Tim KKN II Universitas Diponegoro TA 2026/2027 kembali merealisasikan kontribusi nyatanya melalui Program Multidisiplin 2 di Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas hidup, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta penguatan kelembagaan desa demi mewujudkan lingkungan pedesaan yang bersih, sehat, dan tangguh. Pelaksanaan program secara berkesinambungan mengacu pada SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Gerakan pelestarian lingkungan diawali dengan pendistribusian dan pembuatan unit lubang resapan biopori di seluruh wilayah RW Desa Duwet, yang difungsikan sebagai peresap air hujan sekaligus pengolah sampah organik menjadi kompos alami guna mendukung realisasi SDGs 15 (Ekosistem Daratan) dan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Upaya ini didukung dengan penyiapan poster serta video panduan perawatan biopori. Edukasi pengelolaan sampah juga diperkuat melalui penempatan poster dan leaflet aspek hukum pengelolaan sampah di Kantor Desa, sosialisasi pengenalan Bank Sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta sosialisasi pencegahan food waste atau sisa makanan dari dapur rumah tangga. Bahkan dari sisi teknis operasional, tim memanfaatkan formulasi matematika berbasis teori graf untuk merancang rute pengangkutan sampah yang paling optimal bagi petugas di Dukuh Tinggen.
Di samping penataan lingkungan, program ini menyentuh aspek kesehatan dan peningkatan kapasitas warga secara luas yang berlandaskan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Pelatihan keluarga tanggap darurat dan pertolongan pertama (P3K) diberikan kepada kader Posyandu untuk menangani kondisi gawat darurat rumah tangga seperti luka bakar, tersedak, dan mimisan. Para kader Posyandu juga dibekali literasi digital kesehatan agar mampu memilah sumber informasi medis yang valid serta menangkal berita hoaks. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pendampingan penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) diberikan kepada pengurus PKK Desa Duwet agar tata kelola administrasi kegiatan warga berjalan semakin transparan dan akuntabel sesuai prinsip SDGs 16 (Kelembagaan yang Tangguh). Kolaborasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif dan kesiapsiagaan mandiri bagi seluruh warga Desa Duwet secara berkelanjutan.



