
Sukoharjo — Lingkungan dan fasilitas publik di Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Berdasarkan hasil observasi, masih ditemukan sejumlah aspek lingkungan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari keberadaan negative space yang berpotensi menimbulkan blind spot, pencahayaan yang kurang memadai, jalur pejalan kaki, hingga aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan lansia yang belum optimal. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNDIP Tim II menggelar rangkaian edukasi bagi ibu-ibu di Balai Desa Bekonang pada Selasa, 28 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tema besar “Pemberdayaan Perempuan dan Anak” yang diusung mahasiswa KKN, dengan fokus pada dua program: “Edukasi Penerapan Universal Design untuk Mewujudkan Lingkungan yang Aman dan Inklusif bagi Perempuan dan Anak” yang diinisiasi oleh Hemaeda Nizar Radhistya dari Fakultas Teknik, Program Studi Arsitektur, serta “Edukasi Terkait Optimalisasi Lingkungan Sekitar guna Mendukung Perkembangan Anak” yang diinisiasi oleh Fadia Faustina dari Fakultas Psikologi, Program Studi Psikologi.
Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan observasi kondisi lingkungan desa serta identifikasi potensi negative space dan aspek keselamatan lingkungan, dilanjutkan dengan koordinasi dan diskusi bersama pemerintah desa serta perwakilan masyarakat sebagai dasar penyusunan materi edukasi.
Dalam program “Edukasi Penerapan Universal Design”, Hemaeda memaparkan materi mengenai prinsip Universal Design dan lingkungan yang aman kepada ibu-ibu, agar masyarakat dapat lebih memahami pentingnya ruang publik yang ramah bagi semua kelompok usia dan gender.
Sesi ini turut diisi dengan diskusi interaktif dan tanya jawab bersama peserta, serta evaluasi pemahaman melalui diskusi dan kuesioner singkat, guna memastikan materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dalam keseharian masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Fadia menjalankan program “Edukasi Terkait Optimalisasi Lingkungan Sekitar guna Mendukung Perkembangan Anak”, yang diawali dengan edukasi mengenai proses perkembangan anak usia dini. Fadia menjelaskan bahwa lingkungan di sekitar Desa Bekonang sebenarnya memiliki banyak potensi sebagai pendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan sensorik, seperti berjalan di permukaan bertekstur, memanjat pohon, hingga berolahraga di lapangan terbuka, namun belum banyak orang dewasa yang teredukasi mengenai hal tersebut.
Kedua program ini merupakan bagian dari rangkaian besar tema “Pemberdayaan Perempuan dan Anak” yang dijalankan mahasiswa KKN UNDIP Tim II di Desa Bekonang. Sebagai kelanjutan dari rangkaian tema tersebut, mahasiswa KKN juga menjalankan program pemberdayaan anak berupa Pelatihan “BERANI: Bicara Bahasa Inggris Dengan Percaya Diri” dan “Tampilkan Puisi Itu!” di SDN 1 Bekonang, yang diinisiasi oleh Minhah Syahidah Ahmad dari Sekolah Vokasi, Program Studi Bahasa Asing Terapan, dan Marritza Rania Fellisha dari Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Sastra Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut dapat dibaca lebih lengkap [di sini].
Melalui program “Edukasi Penerapan Universal Design” dan “Edukasi Optimalisasi Lingkungan untuk Tumbuh Kembang Anak”, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Bekonang, khususnya ibu-ibu, dapat lebih memahami pentingnya lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak, sehingga secara bertahap dapat mewujudkan Desa Bekonang sebagai desa yang ramah bagi perempuan dan anak.
Penulis:
Hemaeda Nizar Radhistya dari Universitas Diponegoro, Fakultas Teknik, Program Studi Arsitektur
Fadia Faustina dari Universitas Diponegoro, Fakultas Psikologi, Program Studi Psikologi
Minhah Syahidah Ahmad dari Universitas Diponegoro, Sekolah Vokasi, Program Studi Bahasa Asing Terapan
Marritza Rania Fellisha dari Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Sastra Indonesia




