Rizki Auraelli Aliffio Akbar memaparkan materi edukasi “Perbandingan Biaya: Alokasi Uang Jajan Anak untuk Pembelian Makanan dan Minuman Bergizi” di hadapan warga Desa Candiareng
Jatengx.com, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro, Rizki Auraelli Aliffio Akbar, melaksanakan program kerja edukasi bertajuk “Perbandingan Biaya: Alokasi Uang Jajan Anak untuk Pembelian Makanan dan Minuman Bergizi sebagai Upaya Pencegahan Stunting” di Balai Desa Candiareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, pada Jumat, (31/7).
Kegiatan penyuluhan interaktif dan simulasi perhitungan biaya bersama warga diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan rendahnya kesadaran sebagian orang tua di Desa Candiareng dalam mengalokasikan uang jajan anak untuk kebutuhan gizi.
Banyak orang tua merasa keberatan membeli makanan bergizi seperti telur, susu, atau ikan karena menganggap harganya mahal, padahal mereka tidak menyadari bahwa akumulasi uang jajan harian anak untuk membeli camilan dan minuman manis dalam sebulan jumlahnya cukup besar.
Rizki Auraelli Aliffio Akbar menyampaikan sasaran kegiatan ini, yaitu ibu rumah tangga, orang tua yang baru memiliki anak, orang tua balita, serta orang tua dengan anak yang baru mulai bersekolah (PAUD, TK, maupun SD), program ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta simulasi hitung biaya yang praktis dan mudah dipahami.
Pelaksana program, Rizki Auraelli Aliffio Akbar, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar memberikan dampak nyata dan mudah diterapkan oleh warga, khususnya para orang tua muda yang baru memiliki anak.
“Kami melihat bahwa uang jajan anak untuk ciki dan minuman manis, kalau dihitung dalam sebulan, jumlahnya cukup besar dan sebenarnya bisa dialihkan untuk membeli telur atau susu. Rp6.000 sehari kalau dikalikan 30 hari itu Rp180.000 per bulan, setara dengan 5 sampai 6 kilogram telur ayam atau satu dus susu UHT. Oleh karena itu, melalui program ini, kami mengajak warga melakukan simulasi hitung biaya secara langsung agar lebih mudah menyadari perbandingannya,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyuluhan interaktif mengenai bahaya jajanan tinggi gula dan garam yang hanya memberi kalori kosong tanpa protein bagi tumbuh kembang anak, kemudian dilanjutkan dengan sesi simulasi hitung biaya yang membandingkan akumulasi uang jajan harian anak dengan harga makanan dan minuman bergizi.

Mahasiswa menggunakan media edukasi Flyer Pintar bertajuk “Alihkan Uang Jajan Ciki dan Minuman Manis ke Makanan Bergizi”. Flyer tersebut memuat ilustrasi perhitungan pengeluaran serta tiga langkah praktis yang dapat diterapkan orang tua, yaitu mencatat jajanan anak selama satu minggu, melakukan penggantian secara bertahap selama satu hingga dua hari dalam seminggu, kemudian menerapkannya secara konsisten hingga menjadi kebiasaan sehat keluarga.
Mahasiswa menegaskan perlu adanya edukasi ini sehingga orang tua dapat menerapkannya untuk kesimbangan pilihannya demi pertumbuhan anak.
“Bukan melarang anak jajan, tapi menyeimbangkan pilihannya demi tumbuh kembang optimal si kecil.” tegasnya.

Kepala Desa Candiareng, Bapak Siswanto, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi nyata dari mahasiswa KKN.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN Undip yang telah memberikan edukasi yang sangat bermanfaat bagi warga, khususnya para ibu muda di Desa Candiareng. Program ini membuka wawasan baru bahwa mencegah stunting itu sebenarnya tidak harus mahal, cukup dengan mengatur ulang uang jajan anak sehari-hari.
Kami berharap ilmu ini terus diterapkan warga secara konsisten di rumah masing-masing, tidak berhenti hanya sampai program KKN ini selesai, sehingga ke depannya angka stunting di Desa Candiareng dapat terus menurun dan anak-anak kami tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas,” ujarnya.
Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian Flyer Pintar kepada warga yang hadir.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian usulan Multidisiplin 1 KKN Tim II Universitas Diponegoro dengan tema besar “Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Pencegahan Stunting Berbasis Gizi, Edukasi, dan Perlindungan Hak Anak”, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Wimzy Rizqy Prabhata, S.Farm., M.Sc., Apt.
Diharapkan edukasi ini dapat terus diterapkan warga secara berkelanjutan guna menekan angka stunting di Desa Candiareng.
Penulis/Reporter: Rizki Auraelli Aliffio Akbar, Mahasiswa KKN Tim II Undip di Desa Candiareng
Editor: Azis



