
SRAGEN- Menjaga kesehatan reproduksi dan menjauhi NAPZA bukan lagi menjadi topik yang bisa ditunda untuk dikenalkan kepada remaja. Berangkat dari kesadaran itu, Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program edukasi kesehatan bertajuk “Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Mental Remaja” di dua sekolah, yaitu SMK Negeri 1 Kedawung pada Kamis (6/8) dan SMP Muhammadiyah 11 Kedawung pada Sabtu (8/8), Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Kegiatan ini menyasar siswa kelas X dan XI SMK Negeri 1 Kedawung sejumlah 57 siswa dengan 2 orang yang menjadi delegasi setiap kelasnya, serta siswa kelas 8A SMP Muhammadiyah 11 Kedawung sebanyak 19 orang.
Program ini hadir karena masih minimnya pemahaman remaja terkait kesehatan reproduksi dan kesehatan mental. Masa remaja dikenal sebagai periode rasa ingin tahu yang tinggi, sekaligus masa pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh negatif apabila tidak dibekali informasi yang tepat. Minimnya pemahaman kesehatan reproduksi dapat berujung pada risiko pergaulan bebas hingga kehamilan di luar nikah. Di sisi lain, ketidakmampuan seseorang dalam mengelola kesehatan mental dapat mendorong remaja mengambil jalan pintas yang keliru, salah satunya yakni penyalahgunaan NAPZA. Kedua isu ini saling berkaitan dan menjadi alasan kuat mengapa edukasi dini penting untuk dilakukan.
Kegiatan di kedua sekolah dilaksanakan dengan rangkaian yang serupa. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Zulfatus Tsuroya, mahasiswi Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro yang sekaligus menjadi penanggung jawab program kerja. Materi disampaikan dengan gaya yang santai namun tetap komunikatif, diselingi sesi tanya jawab dan ice breaking supaya suasana belajar lebih menyenangkan. Antusiasme siswa terlihat jelas ketika sesi kuis dimulai, mereka berlomba menjawab pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan.
Selain menyimak materi, siswa juga diajak berkreasi lewat pembuatan mading yang mengangkat tema pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Pembuatan mading dilaksanakan secara berkelompok dengan pembentukan “Tim Kreatif Mading” yang terdiri dari dari 6 siswa SMP Muhammadiyah 11 Kedawung dan 8 siswa SMK Negeri 1 Kedawung. “Tim kreatif mading diberi kebebasan untuk menuangkan kreativitas mereka, mulai dari menentukan konsep, memilih warna, hingga menyusun kalimat ajakan yang mudah dipahami oleh teman teman sebaya nya. Seluruh siswa yang tergabung dalam tim sangat aktif dalam berdiskusi dan bekerjasama untuk menyelesaikan mading hingga selesai” ujar Zulfatus Tsuroya. Pemilihan dua jenjang pendidikan SMP dan SMK berdasarkan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi remaja di tiap jenjang usia yang berbeda-beda, sehingga edukasi ini dinilai penting diberikan secara merata, mulai dari jenjang menengah pertama hingga menengah atas.
Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being), khususnya dalam mendorong kesadaran remaja terhadap kesehatan reproduksi, kesehatan mental, dan pencegahan penyalahgunaan zat adiktif sejak usia sekolah. Selain itu, proses pembelajaran secara interaktif serta serta serta pembuatan mading dan poster yang melibatkan siswa secara lansung turut mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
Melalui program “Edukasi Kesehatan Mental dan Kesehatan Reproduksi Remaja” ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap di kedua sekolah tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar terhadap kesehatan dirinya sendiri serta mampu menjaga diri dari risiko-risiko tersebut sejak dini. Mading yang telah dibuat oleh Tim Kreatif Mading diharapkan dapat terus dipajang dan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi berkelanjutan di lingkungan sekolah.








