Mahasiswa serahkan hadiah kepada salah satu peserta yang mampu memperoleh nilai terbanyak dalam kuis kegiatan edukasi FOMO
Jatengx.com, Batang — Keinginan untuk mengikuti tren, memiliki barang yang sedang populer, atau tidak ingin merasa tertinggal dari lingkungan sekitar dapat mendorong remaja mengambil keputusan finansial secara terburu-buru. Jika tidak disadari dan dikendalikan, dorongan tersebut dapat berkembang menjadi perilaku konsumtif hingga mendorong seseorang mencari jalan pintas untuk memenuhi keinginannya.
Kondisi inilah yang menjadi perhatian mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui program “Remaja Berdaya: Membangun Karakter Anak dan Remaja Melalui Edukasi Menuju Generasi Berencana, Sehat, dan Aman”.
Melalui kegiatan “Membangun Kesadaran Remaja dalam Mengambil Keputusan Finansial yang Bijak di Era Digital: Menghindari FOMO dan Mencegah Jeratan Pinjaman Online” kepada siswa kelas IX SMPN 2 Kandeman, mahasiswa KKN mengajak remaja Desa Karanggeneng memahami bagaimana FOMO dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan finansial dan bagaimana keputusan yang tidak dipertimbangkan dengan baik dapat membawa risiko yang lebih besar.
Kegiatan (8/8/2026) diawali dengan pemaparan mengenai FOMO (Fear of Missing Out) dan konsep “Think Before You Spend”. Peserta diajak memahami bahwa keinginan untuk mengikuti tren tidak selalu berarti sesuatu tersebut benar-benar dibutuhkan.
Melalui contoh yang dekat dengan kehidupan remaja, peserta dikenalkan pada kebiasaan sederhana untuk berhenti sejenak sebelum mengeluarkan uang dengan mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan, dan dampak dari keputusan yang akan diambil.
“Kami ingin teman-teman remaja memahami bahwa keputusan finansial yang kurang bijak bisa berawal dari hal yang terlihat sederhana, seperti keinginan mengikuti tren. Kalau terus dituruti tanpa mempertimbangkan kemampuan, seseorang bisa terdorong mencari cara instan untuk mendapatkan uang, misalnya melalui pinjaman online. Karena itu, penting untuk membiasakan diri berpikir sebelum membeli dan tidak mengambil keputusan hanya karena FOMO,” ujar Erika Dewi Rahmawati, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro.
Pembahasan kemudian diarahkan pada risiko pinjaman online dan judi online sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan remaja terhadap berbagai bentuk keputusan finansial berisiko di era digital. Peserta dikenalkan pada bagaimana kemudahan akses terhadap layanan digital dapat membuat seseorang mengambil keputusan secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang.
Dalam materi mengenai pinjaman online, peserta diajak memahami bahwa kemudahan memperoleh dana bukan berarti pinjaman dapat digunakan tanpa pertimbangan. Pinjaman yang digunakan untuk memenuhi keinginan konsumtif dapat menimbulkan beban finansial apabila tidak disesuaikan dengan kemampuan untuk mengembalikannya.
Sementara itu, pembahasan mengenai judi online diarahkan pada kesadaran bahwa keinginan memperoleh uang secara cepat bukanlah solusi untuk permasalahan finansial. Dorongan untuk mendapatkan keuntungan instan justru dapat membawa seseorang pada risiko kehilangan uang dan masalah finansial yang lebih besar.
Materi mengenai pinjaman online dan judi online tersebut disampaikan secara kolaboratif bersama mahasiswa KKN dari bidang keilmuan lainnya. Kolaborasi ini memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada peserta, mulai dari faktor yang dapat memengaruhi keputusan finansial hingga risiko dan langkah pencegahannya.
Setelah seluruh materi disampaikan, peserta mengikuti kuis interaktif untuk menguji pemahaman mereka. Pertanyaan dalam kuis kembali mengangkat situasi yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, mengenali perilaku FOMO, mempertimbangkan penggunaan pinjaman online, serta memahami risiko judi online.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap peserta tidak hanya mengetahui bahaya pinjaman online dan judi online, tetapi juga memahami akar dari pengambilan keputusan finansial yang kurang bijak.
Dengan menerapkan konsep Think Before You Spend, remaja diharapkan mampu mengenali pengaruh FOMO, mengendalikan keinginan konsumtif, serta mempertimbangkan konsekuensi sebelum mengambil keputusan finansial.
Pada akhirnya, mencegah jeratan pinjaman online maupun judi online dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: berpikir sebelum mengeluarkan uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta tidak mencari jalan pintas ketika menghadapi dorongan untuk mendapatkan atau menggunakan uang.
Penulis: Erika Dewi Rahmawati
Editor: Azis



