Mahasiswa ajak ibu-ibu hati-hati dengan penyebaran hoax di media sosial
Jatengx.com, Klaten – Satu pesan masuk ke grup WhatsApp, sebuah video muncul di media sosial, lalu dalam hitungan detik informasi tersebut dapat diteruskan kepada banyak orang. Namun, tidak semua informasi yang beredar memiliki sumber yang jelas dan dapat dipastikan kebenarannya. Kebiasaan membagikan informasi tanpa memeriksanya terlebih dahulu pun dapat membuat hoaks semakin mudah menyebar.
Persoalan tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro yang mengadakan sosialisasi mengenai pencegahan penyebaran hoaks dalam bermedia sosial kepada ibu-ibu dalam kegiatan PKK di Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Dalam sosialisasi, peserta diajak mengenali berbagai tanda informasi yang patut dicurigai, seperti sumber yang tidak jelas, judul yang provokatif, klaim tanpa bukti, hingga ajakan untuk segera menyebarkan pesan. Mahasiswa KKN juga memperkenalkan langkah sederhana yang dapat dilakukan sebelum membagikan informasi, mulai dari membaca isi secara utuh, memeriksa sumber, hingga membandingkannya dengan informasi dari sumber lain yang lebih kredibel.
Pembahasan turut dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari peserta ketika menerima pesan berantai atau informasi yang meragukan melalui grup percakapan dan media sosial. Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi ibu-ibu PKK untuk memahami cara menyikapi informasi secara lebih kritis sebelum mempercayai maupun meneruskannya kepada orang lain.
Edukasi ini menekankan bahwa menggunakan media sosial secara bijak bukan berarti harus menghindari teknologi. Masyarakat tetap dapat memanfaatkannya sebagai sarana komunikasi dan memperoleh informasi, dengan membangun kebiasaan untuk berhenti sejenak, memeriksa, dan berpikir sebelum membagikan.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap kesadaran masyarakat Desa Bulan dalam menyaring informasi dapat semakin meningkat. Kebiasaan sederhana untuk memeriksa kebenaran informasi diharapkan dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga dan turut membantu menciptakan ruang digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.
Penulis: Ammara Nashita
Editor: Azis



