Tim KKN UNDIP bersama perangkat desa dan masyarakat Desa Babakan menunjukkan tong sampah organik dan anorganik dalam peluncuran program pemilahan sampah berbasis RW.
Jatengx.com, Pemalang – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Babakan meluncurkan program kerja multidisiplin 1 bertajuk “Optimalisasi Pemilahan Sampah Melalui Pilot Project Berbasis RW dalam Mendukung Pencapaian SDGs 11 dan 12 di Desa Babakan” pada Jumat (7/8). Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa dan masyarakat Desa Babakan.
Program ini dilatarbelakangi oleh pengelolaan sampah di Desa Babakan yang masih belum optimal. Sebagian masyarakat masih membuang sampah sembarangan, termasuk ke sungai. Di sisi lain, Desa Babakan telah memiliki rocket stove, namun pemanfaatannya belum berjalan maksimal karena belum adanya mekanisme pengelolaan sampah yang terstruktur.
Melalui program ini, tim KKN tidak hanya menyediakan tong sampah organik dan anorganik, tetapi juga merancang sistem pengelolaan sampah yang mencakup pemilahan, jadwal dan mekanisme pengangkutan, pengelolaan menggunakan rocket stove, hingga sistem retribusi. Pilot project ini diterapkan berbasis RW sebagai langkah awal untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.

Kepala Desa Babakan, Kustoni BR, S.H., menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut.
“Program ini menurut saya bagus karena tidak hanya menyediakan tong sampah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan. Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah dan membuang sampah dengan benar, pengelolaannya akan jauh lebih mudah.”
Selain membangun sistem, keberlanjutan program menjadi salah satu tujuan utama agar pengelolaan sampah tetap berjalan setelah masa KKN berakhir.
“Harapannya program pengelolaan sampah ini tidak hanya berjalan selama mahasiswa KKN ada di desa, tetapi bisa terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pemdes. Dengan adanya pilot project ini, semoga pengelolaan sampah di Desa Babakan lebih tertata, masyarakat terbiasa memilah sampah, dan kedepannya bisa diterapkan di wilayah lainnya,” ujar Kustoni.
Melalui pilot project ini, tim KKN Undip berharap pengelolaan sampah di Desa Babakan dapat berjalan lebih teratur dan berkelanjutan, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung SDGs 11 mengenai tujuan pembangunan berkelanjutan yang bertujuan untuk menjadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan dan 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Editor: Azis



