
Jatengx.com, Klaten — Sampah organik rumah tangga yang umumnya berasal dari sisa sayuran, buah-buahan, dan bahan pangan lainnya masih kerap berakhir sebagai limbah. Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Segaran mengajak ibu-ibu PKK Desa Segaran untuk memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC).
Kegiatan bertema “Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbasis Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga” tersebut dilaksanakan pada Jumat (24/7/2026). Program ini diselenggarakan oleh Talitha Nabila, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, sebagai bagian dari pelaksanaan program sosial kemasyarakatan KKN Desa Segaran, Klaten.
Kegiatan tersebut menyasar ibu-ibu PKK Desa Segaran sebagai salah satu kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam pengelolaan lingkungan di tingkat rumah tangga. Peserta diberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah serta potensi sampah organik yang dapat diolah dan dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai guna.
Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi serta praktik pembuatan pupuk organik cair secara langsung yang melibatkan ibu-ibu PKK Desa Segaran. Peserta diajak untuk mempraktikkan setiap tahapan pembuatan POC.
Praktik secara langsung tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami proses pembuatan POC dengan lebih mudah. Ibu-ibu PKK juga dapat berdiskusi secara langsung mengenai jenis sampah yang dapat digunakan, tahapan fermentasi, serta cara pemanfaatan pupuk organik cair setelah proses pengolahan selesai.
Kegiatan praktik sengaja diberikan agar pengetahuan yang disampaikan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat langsung diterapkan oleh masyarakat di rumah masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat selama proses sosialisasi dan praktik berlangsung. Ibu-ibu PKK turut terlibat dalam proses pembuatan dan aktif berdiskusi mengenai pemanfaatan sampah organik rumah tangga. Keterlibatan langsung tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri peserta untuk mengolah sampah organik secara mandiri.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNDIP dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk organik cair, masyarakat tidak hanya dapat mengurangi jumlah sampah rumah tangga, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman di lingkungan sekitar. Bu Ima selaku ketua Pokja III PKK menyebutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa memberikan manfaat untuk ibu-ibu untuk mengubah kebiasaan pengelola limbah atau sampah.
“Sosialisasi yang dilakukan oleh Talitha sangat bermanfaat, apalagi kami Ibu-Ibu pasti memiliki banyak limbah, dengan sosialisasi ini limbah rumah tangga yang semula langsung dibuang dapat berguna dan dimanfaatkan kembali”, ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan ibu-ibu PKK Desa Segaran dapat menjadi penggerak dalam penerapan pengelolaan sampah organik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Edukasi yang disertai praktik langsung diharapkan mampu menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bijak, mandiri, dan berkelanjutan di Desa Segaran.
Editor: Azis





