Mahasiswa perkenalkan dan ajak demonstrasi pengolahan sampah organik sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC)
Jatengx.com, Kendal — Sisa sayuran dan bagian tanaman yang tidak terpakai dari rumah tangga selama ini kerap berakhir menjadi sampah. Di Desa Lebosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, sampah organik tersebut diperkenalkan sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC).
Upaya itu dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melalui edukasi dan demonstrasi pembuatan POC bersama ibu-ibu PKK Desa Lebosari, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program multidisiplin KKN yang mendorong pemanfaatan sampah organik rumah tangga melalui cara sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar.
Kegiatan diawali dengan pengenalan jenis sampah organik dan anorganik serta pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Peserta kemudian diperkenalkan pada sejumlah sampah organik yang dapat dimanfaatkan, antara lain sisa sayuran dan bagian tanaman yang tidak lagi digunakan.
Mahasiswa juga menjelaskan prinsip dasar pembuatan POC, manfaatnya bagi tanaman, serta tahapan pengolahan dan fermentasi sampah organik.
Setelah penyampaian materi, peserta diajak melihat demonstrasi pembuatan POC menggunakan galon berkapasitas lima liter sebagai wadah fermentasi. Bahan yang digunakan berupa sampah organik yang telah dicacah, air, molase, dan EM4 dengan takaran yang telah disiapkan.
Sampah organik terlebih dahulu dimasukkan ke dalam wadah. Selanjutnya, air, molase, dan EM4 ditambahkan sebelum seluruh bahan dicampurkan hingga merata. Wadah kemudian ditutup untuk memulai proses fermentasi.
Selama proses fermentasi, wadah perlu dibuka secara berkala untuk mengeluarkan gas yang terbentuk. Proses tersebut berlangsung sekitar dua minggu sebelum POC dapat digunakan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah organik rumah tangga masih bisa dimanfaatkan dengan cara yang sederhana. Melalui proses fermentasi menggunakan air, molase, dan EM4, sampah tersebut dapat diolah menjadi POC yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk tanaman,” kata Hanum, mahasiswa Biologi Undip sekaligus pelaksana program.

Setelah demonstrasi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai bahan yang dapat digunakan, proses fermentasi, dan pemanfaatan POC untuk tanaman. Peserta juga diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan berdasarkan pengalaman mereka dalam mengelola sampah rumah tangga.
Praktik secara langsung tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai tahapan pengolahan sampah organik menggunakan bahan dan peralatan yang relatif sederhana.
Untuk mendukung kegiatan, mahasiswa menyediakan contoh produk POC, poster edukasi, serta panduan sederhana mengenai pemilahan sampah organik dan tahapan pembuatannya.
Melalui kegiatan tersebut, sampah organik rumah tangga tidak hanya diperkenalkan sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai bahan yang masih dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.
Edukasi kepada ibu-ibu PKK diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal untuk memperkenalkan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Pengetahuan yang diperoleh juga dapat diterapkan sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Penulis/Reporter: Hanum Yasyfa Saebani
Fotografer: Rafif Ulil Fahmi
Kontak Media/Humas: @kknlebosari_
Editor: Azis



