
Perkuat Resapan Air Desa: KKN UNDIP Integrasikan Perancangan CAD Biopori dengan Aksi Lingkungan Berkelanjutan
Sebagai salah satu upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan
Tim KKN-Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja perencanaan biopori di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Program ini dilakukan melalui perancangan teknis biopori menggunakan perangkat lunak AutoCAD serta penyusunan denah atau layout untuk menentukan titik-titik lokasi pemasangan biopori secara terencana.
Perencanaan tersebut menghasilkan gambar teknis berupa tampak atas dan potongan biopori, serta layout penempatan titik biopori yang dapat menjadi acuan dalam tahap pelaksanaan di lapangan. Desain menggunakan pipa PVC tipe D berdiameter 4 inci (10 cm) sebagai bagian dari struktur biopori. Dengan adanya gambar teknis dan penentuan lokasi yang terstruktur, pemasangan biopori diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat dan sesuai dengan kondisi lokasi.
Program ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tangguh dan berkelanjutan, serta SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penerapan upaya pengelolaan air hujan dan lingkungan yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, program ini turut mendukung SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, karena biopori dapat menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan yang memanfaatkan proses alami untuk membantu mengelola air dan bahan organik.
Mengenai pentingnya pendekatan keteknikan dalam pelaksanaan program biopori ini, Fadli Tama Briliansyah mengungkapkan, “Perancangan gambar struktur dan denah tata letak biopori berbasis AutoCAD ini dibuat untuk memastikan setiap lubang resapan memiliki standar teknis yang presisi, sehingga fungsi resapan air ke dalam tanah dapat berjalan optimal, struktur tanah di sekitarnya tetap stabil, dan masyarakat Desa Wonorejo memiliki panduan yang jelas dalam menjaga lingkungan yang berkelanjutan.”
Melalui program ini, penerapan ilmu keteknikan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk desain teknis, tetapi juga diarahkan untuk memberikan solusi sederhana dan aplikatif terhadap kebutuhan lingkungan masyarakat. Perencanaan biopori diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat Desa Wonorejo dalam menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Kepala Desa Wonorejo, Mulyono, menyambut baik kontribusi nyata mahasiswa KKN Undip. Ia mengapresiasi adanya panduan teknis berupa DED (Gambar Struktur) yang mempermudah acuan ketika pelaksanaan pemasangan biopori
Melalui inovasi desain konstruksi 3D CAD dan SOP perawatan setelah ditanam yang selaras dengan pilar SDGs lingkungan ini, diharapkan masyarakat Desa Wonorejo terdorong untuk beralih mengolah sampah organik secara mandiri sehingga praktik pembakaran sampah di desa dapat berkurang secara signifikan.
Penulis: Fadli Tama Briliansyah
Editor: Tim KKN Desa Wonorejo




