
Pemanfaatan GIS untuk Pemetaan Peternakan di Desa Wonorejo: Mahasiswa KKN UNDIP Petakan Potensi Peternakan untuk Limbah Urin Sapi di Desa Wonorejo
Upaya mendorong pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan limbah peternakan terus digalakkan di tingkat desa. Melalui program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN), telah diresmikan Peta Potensi Peternakan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dirancang menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan QGIS. Peta ini difokuskan untuk mengidentifikasi serta memetakan sebaran peternakan sapi warga yang berpotensi dimanfaatkan limbah urinnya sebagai bahan baku pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).
Pemanfaatan urin sapi sebagai POC menjadi salah satu alternatif strategis untuk mengurangi ketergantungan petani lokal terhadap pupuk kimia yang harganya kian melonjak. Namun, kendala utama yang kerap dihadapi warga adalah minimnya informasi spasial terkait lokasi peternakan yang memiliki suplai limbah urin secara stabil dan melimpah.
“Melalui pemetaan berbasis ArcGIS dan QGIS ini, kami ingin mempermudah masyarakat dalam mengidentifikasi lokasi peternakan sapi yang potensial untuk dimanfaatkan limbah urinnya. Urin sapi yang tadinya dibuang begitu saja, kini bisa diolah menjadi pupuk organik cair yang bernilai ekonomis sekaligus mendukung pertanian ramah lingkungan di desa ini,” ujar Fadli Tama Briliansyah, pelaksana program kerja KKN tersebut.
Manfaat Peta Potensi Peternakan bagi Warga Desa
Peta ini disajikan dalam bentuk fisik yang dipajang di balai desa serta format digital yang dapat diakses dengan mudah oleh warga setempat. Beberapa fungsi utama peta ini meliputi:
• Acuan Titik Pengambilan Bahan Baku: Petani dapat langsung mengetahui lokasi peternakan terdekat yang siap menyuplai limbah urin sapi untuk diolah.
• Efisiensi Logistik: Memangkas waktu dan biaya moda transportasi warga dalam mengumpulkan bahan baku limbah cair.
• Basis Data Pembangunan Desa: Menjadi dokumen perencanaan bagi pemerintah desa dalam memetakan potensi sektor peternakan dan pertanian secara terpadu.
Lebih dari sekadar program pemetaan, keberadaan program ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan pupuk organik cair secara efisien mendukung target SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produktivitas lahan pertanian ramah lingkungan. Penerapan konsep waste-to-resource dengan mendaur ulang limbah peternakan menjadi produk bernilai tambah juga selaras dengan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Selain itu, pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia sintetis turut menjaga unsur hara tanah dan mencegah pencemaran lingkungan, yang sejalan dengan SDGs 15 (Ekosistem Daratan). Melalui integrasi teknologi SIG dan edukasi pengelolaan limbah, program KKN ini diharapkan mampu mewujudkan kemandirian ekonomi sekaligus kelestarian lingkungan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Melalui integrasi teknologi pemetaan SIG dan edukasi pengolahan limbah organik, program KKN ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian ekonomi dan kelestarian lingkungan masyarakat desa.
Penulis: Fadli Tama Briliansyah
Editor: Tim KKN Desa Wonorejo



