Mahasiswa ajak orang tua bersama-sama belajar pola asuh anak dan berikan leaflet Ruang Tumbuh
Jatengx.com, Batang – Ilmu psikologi tidak hanya berbicara mengenai individu, tetapi juga dapat diterapkan untuk memahami perilaku, hubungan antarmanusia, dinamika kelompok, hingga proses pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan tersebut dilakukan oleh mahasiswa Psikologi KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui sejumlah kontribusi dalam program kerja multidisiplin dan sosial kemasyarakatan di Desa Sijono, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.
Melalui penyusunan struktur kepengurusan Bank Sampah Desa Sijono, pembuatan modul pemasaran UMKM dari perspektif psikologi, serta sosialisasi pola asuh positif kepada orang tua dalam program Ruang Tumbuh, mahasiswa berupaya membawa pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan agar dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Sijono.
Mendukung Keberlanjutan Bank Sampah melalui Pembentukan dan Penataan Kepengurusan
Pengelolaan sampah menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan KKN di Desa Sijono. Kebiasaan membakar sampah masih dijumpai di lingkungan masyarakat, sementara Desa Sijono sebelumnya juga pernah memiliki kegiatan bank sampah yang belum dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro menginisiasi kembali program Bank Sampah Desa Sijono sebagai salah satu program kerja multidisiplin. Program ini tidak hanya diarahkan pada pengelolaan dan pemilahan sampah, tetapi juga pada pembentukan sistem yang dapat membantu bank sampah tetap berjalan setelah masa KKN berakhir.
Dalam program tersebut, mahasiswa Psikologi berkontribusi melalui penyusunan dokumen arsip berisi analisis jabatan dan struktur kepengurusan Bank Sampah Desa Sijono. Dokumen dibuat untuk membantu memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai kepengurusan, pembagian peran, serta tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan Bank Sampah.
Dari perspektif psikologi, keberjalanan suatu kelompok tidak terlepas dari kejelasan peran setiap anggotanya. Pembagian tugas yang jelas dapat membantu individu memahami tanggung jawab masing-masing sekaligus mendukung koordinasi antarpengurus dalam mencapai tujuan bersama.
“Oleh karena itu, penyusunan struktur kepengurusan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif, tetapi juga untuk membantu setiap pengurus memahami peran dan tanggung jawabnya. Harapannya, sistem yang telah disusun dapat menjadi acuan bersama agar Bank Sampah Desa Sijono dapat berjalan lebih terarah dan tidak bergantung pada keberadaan mahasiswa KKN,” jelas mahasiswa Psikologi KKN Reguler Tim II UNDIP.
Dokumen kepengurusan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengurus dalam menjalankan kegiatan bank sampah secara lebih terarah. Dengan adanya pencatatan kepengurusan yang tersusun dengan baik, keberlanjutan program diharapkan tidak hanya bergantung pada keberadaan mahasiswa KKN.

Mengenalkan Perspektif Psikologi dalam Pemasaran UMKM Desa Sijono
Desa Sijono memiliki sejumlah usaha masyarakat yang menjadi bagian dari potensi ekonomi lokal, yaitu tampah dan olahan ayam panggang. Agar produk UMKM khas ini dapat semakin dikenal dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas, pemasaran menjadi salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan oleh pelaku usaha.
Namun, pemasaran tidak hanya berkaitan dengan bagaimana suatu produk ditawarkan kepada konsumen. Cara konsumen melihat produk, membentuk kesan, memberikan perhatian, hingga akhirnya memutuskan untuk membeli juga melibatkan berbagai proses psikologis.
Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Psikologi turut berkontribusi dalam program pengembangan UMKM Desa Sijono melalui penyusunan modul pemasaran dari perspektif psikologi. Modul tersebut dirancang sebagai media edukasi yang dapat membantu pelaku UMKM memahami pemasaran dengan melihat konsumen sebagai individu yang memiliki kebutuhan, persepsi, perhatian, serta pertimbangan tertentu sebelum menentukan pilihan.
Materi dalam modul membahas penerapan sejumlah prinsip psikologi yang dapat digunakan dalam aktivitas pemasaran, seperti memahami karakteristik konsumen, membangun kesan terhadap produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, menyampaikan informasi secara menarik, serta memperhatikan faktor-faktor yang dapat memengaruhi keputusan pembelian.
Penyampaian materi dibuat dengan bahasa yang sederhana serta dilengkapi contoh yang dekat dengan aktivitas usaha sehari-hari. Dengan demikian, konsep psikologi yang digunakan tidak berhenti pada penjelasan teoritis, tetapi dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh pelaku UMKM sesuai dengan kebutuhan usahanya.
“Dalam pemasaran, pelaku UMKM tidak hanya perlu memikirkan bagaimana produk dapat dijual, tetapi juga bagaimana konsumen melihat, mengenali, dan memberikan kesan terhadap produk tersebut. Karena itu, perspektif psikologi dapat menjadi salah satu pendekatan sederhana untuk membantu pelaku usaha memahami perilaku konsumennya,” ungkap mahasiswa Psikologi KKN Reguler Tim II UNDIP.
Melalui modul tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat melihat pemasaran tidak hanya sebagai kegiatan menawarkan dan menjual produk, tetapi juga sebagai proses memahami konsumen serta membangun hubungan dan kesan positif terhadap produk yang ditawarkan.

Ruang Tumbuh: Mengajak Orang Tua Mengenal Pola Asuh Positif
Selain melalui program multidisiplin, penerapan ilmu psikologi juga dilakukan dalam program sosial kemasyarakatan Ruang Tumbuh. Program ini berfokus pada pemberian edukasi yang berkaitan dengan perkembangan serta pengasuhan anak.
Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan dalam kegiatan Posyandu dengan sasaran orang tua yang memiliki anak. Melalui kesempatan tersebut, mahasiswa Psikologi memberikan sosialisasi mengenai pola asuh positif sebagai salah satu upaya untuk mendukung hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.
Dalam pengasuhan sehari-hari, orang tua tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga memberikan lingkungan yang aman bagi perkembangan emosi dan perilakunya. Respons orang tua terhadap perilaku anak, cara menyampaikan aturan, maupun pola komunikasi yang terbentuk di dalam keluarga dapat memberikan pengalaman yang berarti bagi proses tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan tersebut, orang tua diajak untuk melihat bahwa pengasuhan tidak semata-mata bertujuan membuat anak patuh terhadap aturan. Pola asuh juga menjadi proses pendampingan agar anak dapat belajar mengenali emosi, memahami batasan, mengembangkan perilaku positif, serta tumbuh dalam hubungan keluarga yang memberikan rasa aman.
“Pola asuh sehari-hari memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman anak. Melalui Ruang Tumbuh, kami ingin mengajak orang tua untuk melihat pengasuhan sebagai proses mendampingi anak, termasuk dalam membantu anak mengenali emosi, memahami batasan, dan membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga,” ujar mahasiswa Psikologi KKN Reguler Tim II UNDIP.
Berbagai kontribusi tersebut menunjukkan bahwa penerapan ilmu psikologi selama KKN dapat dilakukan melalui beragam konteks, mulai dari penguatan organisasi masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, hingga pendampingan keluarga. Setiap program disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sehingga ilmu yang diberikan dapat lebih dekat dengan kondisi kehidupan sehari-hari.
Diharapkan pengetahuan dan luaran yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sijono. KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami bahwa suatu keilmuan dapat hadir dan memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Penulis: Aurellya Azzahra Kusumah
Editor: Azis



