Mahasiswa KKN Undip melaksanakan program MuSeHat (Menu Sehat Hemat) bagi ibu-ibu PKK Desa Kebonharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten
Jatengx.com, Klaten — Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program MuSeHat (Menu Sehat Hemat) bagi ibu-ibu PKK Desa Kebonharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang sekaligus cara mengatur anggaran pangan keluarga.
Program yang dilaksanakan di Balai Desa Kebonharjo tersebut dilatarbelakangi anggapan bahwa makanan sehat dan bergizi membutuhkan biaya yang mahal. Melalui MuSeHat, mahasiswa menunjukkan bahwa kebutuhan gizi keluarga tetap dapat dipenuhi dengan bahan pangan yang terjangkau apabila direncanakan dengan baik.
Kegiatan (13/8) mengangkat konsep “Isi Piringku” sebagai pedoman dalam menyusun menu sehari-hari. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai komposisi makanan yang terdiri atas sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Selain itu, peserta juga diajak mengenali bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan memiliki harga terjangkau.
Program ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh mahasiswa dari dua bidang keilmuan. Ardelia Salma Az-zahra dari Jurusan Teknologi Pangan menyampaikan materi mengenai gizi seimbang, sedangkan Early Agatha dari Jurusan Akuntansi Perpajakan memberikan materi mengenai perencanaan anggaran rumah tangga.
Pada sesi pengelolaan keuangan, peserta dikenalkan dengan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sederhana untuk kebutuhan pangan keluarga. RAB digunakan untuk memperkirakan jumlah bahan, harga, serta total biaya yang diperlukan sehingga keluarga dapat menyesuaikan menu dengan anggaran yang tersedia.
“Melalui MuSeHat, kami ingin menunjukkan bahwa menu sehat tidak selalu harus mahal. Dengan memilih bahan yang tepat dan merencanakan anggaran, kebutuhan gizi keluarga tetap dapat dipenuhi secara ekonomis,” ujar Ardelia Salma Az-zahra.

Sebagai pendukung kegiatan, mahasiswa membagikan booklet MuSeHat yang berisi beberapa pilihan menu sehat dan ekonomis. Booklet tersebut dilengkapi resep, bahan yang diperlukan, cara pengolahan, serta rincian RAB yang dapat digunakan sebagai panduan dalam merencanakan menu keluarga.
Salah satu menu yang diperkenalkan adalah bola-bola brokoli. Mahasiswa memberikan contoh menu tersebut kepada peserta sebagai gambaran bahwa bahan pangan bergizi dapat diolah menjadi makanan yang menarik dan mudah diterima anggota keluarga, termasuk anak-anak.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif bertanya mengenai pemilihan bahan pangan yang terjangkau, pengaturan anggaran belanja, serta penyusunan menu bergizi dengan biaya terbatas.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa materi yang diberikan berkaitan erat dengan kebutuhan sehari-hari, terutama dalam menentukan menu keluarga sekaligus mengatur pengeluaran rumah tangga.
“Materinya bermanfaat karena kami tidak hanya belajar tentang makanan sehat, tetapi juga bagaimana menyesuaikannya dengan uang belanja yang tersedia,” ujar salah satu peserta kegiatan.
Melalui program MuSeHat, mahasiswa KKN Undip turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan.
Mahasiswa berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemilihan bahan pangan yang tepat dan perencanaan anggaran yang baik, keluarga di Desa Kebonharjo diharapkan mampu menyediakan makanan bergizi tanpa mengabaikan kondisi keuangan rumah tangga.
“Harapannya, MuSeHat tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan oleh keluarga dalam menyusun menu dan mengatur belanja pangan sehari-hari,” ujar Early Agatha.
Penulis: Ardelia Salma Az-zahra & Early Agatha, Mahasiswa Universitas Diponegoro
Editor: Azis



