
Kendal, 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menyelenggarakan program Penyuluhan Pekerja Migran Indonesia di Balai Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Program ini bertujuan untuk membekali calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan pengetahuan mengenai komunikasi lintas budaya agar lebih siap menghadapi kehidupan dan dunia kerja di luar negeri.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan pemahaman calon PMI terhadap perbedaan budaya, etika, dan kebiasaan di negara tujuan. Kurangnya pemahaman mengenai aspek tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan kerja. Oleh karena itu, mahasiswa KKN menghadirkan penyuluhan yang membahas komunikasi lintas budaya, pengenalan culture shock, serta Do’s & Don’ts yang perlu dipahami sebelum bekerja di luar negeri.
Penyuluhan diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya komunikasi lintas budaya dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan rekan kerja di negara tujuan. Selanjutnya, peserta diberikan penjelasan mengenai penyebab dan cara menghadapi culture shock, serta berbagai perilaku yang dianjurkan maupun yang sebaiknya dihindari selama bekerja di luar negeri. Sebagai bentuk dukungan terhadap pembelajaran berkelanjutan, tim KKN juga membagikan poster edukasi yang berisi ringkasan materi kepada seluruh peserta.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Meskipun jumlah peserta yang hadir belum mencapai target yang direncanakan, kegiatan tetap berjalan dengan lancar dan materi dapat tersampaikan secara optimal kepada seluruh peserta.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap calon PMI memiliki bekal yang lebih baik dalam menghadapi perbedaan budaya, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, serta menjalankan pekerjaan secara profesional. Selain itu, poster edukasi yang telah dibagikan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media belajar mandiri sehingga pengetahuan yang diperoleh selama penyuluhan dapat terus diingat dan diterapkan ketika bekerja di luar negeri.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN dan seluruh peserta sebagai bentuk dokumentasi serta penanda berakhirnya rangkaian penyuluhan.



