Mahasiswa KKN UNDIP di Desa Kauman menghadirkan program pembelajaran mengenai pemanfaatan AI dan teknologi digital dalam pertanian yang termuat di Modul Sahabat Kauman
Jatengx.com, Boyolali – Perkembangan teknologi digital kini tidak hanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mulai dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan pertanian. Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), drone, sensor tanah, aplikasi prediksi cuaca, dan robot pemanen dapat membantu petani memperoleh informasi dan mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat.
Namun, perkembangan teknologi tersebut masih perlu dikenalkan kepada generasi muda, terutama anak-anak yang tinggal di lingkungan yang dekat dengan aktivitas pertanian. Pemahaman sejak dini dapat membantu siswa melihat bahwa pertanian tidak hanya berkaitan dengan kegiatan menanam dan memanen, tetapi juga terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNDIP di Desa Kauman menghadirkan program pembelajaran mengenai pemanfaatan AI dan teknologi digital dalam pertanian.
Materi tersebut disusun dalam bentuk modul pembelajaran bernama SAHABAT KAUMAN, singkatan dari SAHABAT Belajar Literasi Digital untuk Harapan Masa Depan Desa Kauman. Modul ini secara khusus ditujukan bagi siswa kelas 5 dan 6 SDN Kauman, serta juga ditempatkan di Perpustakaan Desa Kauman agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
Modul SAHABAT KAUMAN memperkenalkan konsep dasar Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital dengan bahasa yang sederhana. AI dijelaskan sebagai kemampuan komputer atau mesin untuk mempelajari data, mengenali pola, memberikan informasi, dan membantu mengambil keputusan.
Sementara itu, teknologi digital diperkenalkan melalui berbagai perangkat yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti telepon pintar, komputer, internet, dan aplikasi.
Materi kemudian mengajak siswa memahami mengapa pertanian membutuhkan teknologi. Dalam kegiatan pertanian, petani perlu menghadapi berbagai kondisi, seperti perubahan cuaca, ketersediaan air, kesuburan tanah, serta serangan hama dan penyakit. Kondisi tersebut dapat memengaruhi hasil panen.
Teknologi digital dapat membantu petani memperoleh informasi mengenai kondisi tanaman, cuaca, dan lahan sehingga keputusan dapat dibuat dengan lebih tepat.
Untuk membuat materi lebih dekat dengan kehidupan siswa, modul memberikan empat contoh penerapan teknologi dalam pertanian. Pertama, drone pemantau tanaman dapat digunakan untuk melihat kondisi lahan dari udara, membantu petani memantau area pertanian secara lebih cepat dan mengetahui bagian tanaman yang membutuhkan perhatian.
Kedua, sensor tanah pintar dapat digunakan untuk mengukur kelembapan dan nutrisi tanah, sehingga membantu petani menentukan kebutuhan air dan pupuk bagi tanaman.
Ketiga, aplikasi prediksi cuaca dapat membantu petani memperkirakan kondisi cuaca sebagai pertimbangan dalam menentukan waktu tanam dan panen.
Keempat, robot pemanen dapat membantu proses pemanenan, dilengkapi kamera dan sensor untuk mengenali hasil pertanian yang telah matang dan siap dipanen.
Selain membahas teknologi pertanian, modul juga menghubungkan teknologi digital dengan ketahanan pangan — sejalan dengan SDGs 2 (Zero Hunger). Siswa diperkenalkan pada pemanfaatan pasar online untuk membantu petani memasarkan hasil panen kepada lebih banyak pembeli. Teknologi digital juga dapat dimanfaatkan untuk mengelola data hasil panen sehingga informasi mengenai ketersediaan pangan dapat diperoleh dengan lebih cepat.
Melalui pemahaman ini, siswa diharapkan tumbuh dengan kesadaran bahwa teknologi dapat menjadi bagian dari solusi atas tantangan pangan di masa depan.
Agar pembelajaran tidak hanya berupa penjelasan satu arah, modul dilengkapi dengan aktivitas seperti “Tahukah Kamu”, “Yuk Berdiskusi”, serta latihan pilihan ganda dan menjodohkan bentuk aktivitas yang dirancang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa kelas 5 dan 6.
Dengan pendekatan tersebut, siswa dapat memahami materi sekaligus menguji pemahaman mereka mengenai penerapan teknologi dalam pertanian. Pendekatan pembelajaran interaktif semacam ini menjadi salah satu wujud dukungan terhadap SDGs 4 (Quality Education), karena mendorong siswa terlibat aktif, bukan sekadar menerima informasi.
Pengenalan AI dan teknologi digital dalam pertanian menjadi salah satu bagian dari program kerja mahasiswa KKN UNDIP di Desa Kauman. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 5 dan 6 SDN Kauman, khususnya untuk memperkenalkan perkembangan teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami sesuai jenjang usianya.
Selain digunakan sebagai bahan pembelajaran di sekolah, modul SAHABAT KAUMAN juga diserahkan kepada Perpustakaan Desa Kauman. Penempatan modul di perpustakaan diharapkan dapat memperluas akses terhadap materi sehingga tidak hanya siswa SDN Kauman yang dapat memanfaatkannya, tetapi juga anak-anak dan masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan.
Langkah ini memperkuat capaian SDGs 4, sebab pendidikan literasi digital tidak dibatasi pada ruang kelas formal, tetapi menjangkau masyarakat desa secara lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP berupaya memperkenalkan bahwa teknologi dapat menjadi alat bantu dalam kegiatan pertanian. Teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran petani, tetapi membantu petani bekerja secara lebih efektif dan efisien.
Prinsip ini mencerminkan semangat SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), yang mendorong inovasi dan industrialisasi yang inklusif — teknologi hadir untuk mendukung manusia, bukan menggantikannya.
Fifi, mahasiswa KKN UNDIP yang menyusun modul SAHABAT KAUMAN, menjelaskan bahwa penyusunan modul ini bertujuan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pertanian kepada siswa sejak usia dini melalui cara yang sederhana dan mudah dipahami.
“Modul ini dapat membantu siswa mengenal perkembangan teknologi yang berkaitan dengan pertanian dengan cara yang sederhana. Materinya juga sesuai untuk siswa karena dilengkapi contoh penerapannya. Kami berharap siswa menjadi lebih tertarik untuk mempelajari teknologi sekaligus memahami bahwa teknologi juga dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian,” ujar Fifi selaku penyusun materi.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap pengenalan AI dan teknologi digital dapat menambah wawasan siswa kelas 5 dan 6 SDN Kauman mengenai perkembangan pertanian.
Siswa diharapkan tidak hanya mengenal teknologi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu kegiatan pertanian dan mendukung ketahanan pangan.
Keberadaan modul SAHABAT KAUMAN di SDN Kauman dan Perpustakaan Desa Kauman juga diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, materi mengenai AI, teknologi digital, pertanian, dan ketahanan pangan dapat terus diakses oleh siswa maupun masyarakat Desa Kauman.
Penulis: Fifi Putri Andayani. Z
Editor: Azis



