Mahasiswa ajak siswa SD mengekspresikan diri melalui karya pot TOGA dari botol bekas yang dilukis
Jatengx.com, Batang – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2025/2026 sukses menyelenggarakan program kerja multidisiplin yang mengintegrasikan edukasi lingkungan, pengenalan emosi, dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas IV SDN 01 Tragung pada 1 Agustus 2026 dan ibu-ibu PKK pada 10 Agustus 2026.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN mengajak peserta memanfaatkan kembali limbah plastik dengan mengubah botol dan galon plastik bekas menjadi pot tanaman TOGA. Siswa kelas IV menggunakan botol plastik bekas, sedangkan ibu-ibu PKK memanfaatkan galon plastik bekas sebagai media tanam.
Pot yang telah dibuat kemudian dihias menggunakan emotikon dengan warna berbeda untuk merepresentasikan berbagai emosi. Dalam kegiatan tersebut, warna kuning digunakan untuk menggambarkan rasa senang, biru untuk sedih, merah untuk marah, ungu untuk takut, hijau untuk jijik, dan jingga untuk kaget.
Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan peserta untuk memanfaatkan kembali limbah plastik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas serta mengenali dan mengekspresikan emosi. Peserta dapat menghias pot sesuai dengan emosi yang sedang mereka rasakan.

Bu Milatina, Kepala Sekolah SDN 01 Tragung, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai kegiatan yang inovatif dan kreatif. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pembelajaran yang bermanfaat bagi siswa karena menggabungkan pengelolaan sampah, kreativitas, dan pengenalan emosi yang sedang dirasakan dalam satu kegiatan.
Antusiasme peserta juga terlihat dari Najwa, siswa kelas IV SDN 01 Tragung. Ia mengaku senang mengikuti kegiatan karena dapat berkreasi dengan melukis pot sesuai dengan emosi yang sedang dirasakannya. “Senang, seru, bisa lukis-lukis, tadi aku gambar warna kuning karena aku lagi senang” ujarnya.
Sementara itu, Zaidan, Ketua Tim KKN-R Desa Tragung, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran untuk mengolah dan memanfaatkan kembali sampah, khususnya sampah plastik. Ia juga berharap kebiasaan peduli terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak dini dan diterapkan secara berkelanjutan, baik oleh anak-anak maupun masyarakat dewasa, termasuk ibu-ibu PKK.
Melalui kegiatan tersebut, limbah plastik yang sebelumnya tidak terpakai dapat dimanfaatkan menjadi pot tanaman TOGA yang memiliki nilai guna sekaligus edukatif. Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengurangi sampah, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan pemanfaatan tanaman herbal dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Azis



