Mahasiswa serahkan Papan Sekretariat kepada Pengurus BumDes sebagai Identitas Resmi Lembaga
Jatengx.com, Klaten — Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja multidisiplin bertema “Penguatan Tata Kelola dan Optimalisasi Unit Usaha BUMDes Desa Turus melalui Peningkatan Sistem Manajemen, Operasional, dan Publikasi Usaha” di Desa Turus, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Program ini melibatkan sepuluh mahasiswa lintas fakultas dan program studi yang secara bersama-sama mendampingi BUMDes Desa Turus, khususnya unit usaha peternakan ayam petelur, agar dikelola lebih profesional, tertib administrasi, dan dikenal luas oleh masyarakat.
Secara umum, rangkaian program mencakup penyuluhan penanganan pascapanen telur, pemeriksaan kualitas air minum ternak, penyusunan visi-misi dan struktur organisasi, penyusunan form administrasi persediaan, edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pendampingan pemasaran digital melalui Instagram, pemasangan alat monitoring suhu dan kelembaban kandang, hingga publikasi kegiatan melalui website resmi desa. Seluruh subprogram tersebut dirancang saling melengkapi untuk memperkuat tata kelola BUMDes dari sisi manajemen, operasional, hingga publikasi usaha.
Salah satu program yang menjadi sorotan dalam rangkaian kegiatan ini adalah pembuatan dan pemasangan papan sekretariat resmi BUMDes Desa Turus, yang digagas oleh Terate Diva Chorina, mahasiswa program studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip pada (7/8/2026).
Program ini lahir dari temuan di lapangan bahwa kantor atau sekretariat BUMDes Serba Barokah Desa Turus selama ini belum memiliki identitas berupa papan sekretariat, sehingga keberadaan dan identitas lembaga sulit dikenali baik oleh masyarakat maupun pihak luar yang hendak menjalin kerja sama.
Selain itu, pemanfaatan bangunan BUMDes sebagai kantor maupun wadah usaha ini beroperasi secara optimal karena adanya penyalahgunaan lahan yang digunakan oleh pedagang liar yang tidak mengetahui BUMDes tersebut masih beroperasi, sehingga mengganggu optimalisasi penggunaan gedung BUMDes sebagai wadah usaha, maka dari itu perlu adanya penambahan identitas berupa papan sekretariat sebagai langkah untuk mengenalkan identitas bangunan.
“BUMDes ini pernah mati dan mulai beroperasi kembali tahun ini, namun penggunaan gedung BUMDes belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan identitas yang membuat gedung ini terlihat tak terpakai dan dimanfaatkan oleh pedagang liar tanpa izin. Makanya saya mohon bantuanya buatkan papan sekretariat supaya identitas fisiknya jelas dan legalitasnya juga lebih terlihat,” ujar Ibu Watik selaku ketua BUMDes Serba Barokah Desa Turus.
Program ini dilaksanakan melalui koordinasi bersama pengurus BUMDes dan perangkat desa, mulai dari penentuan desain, informasi yang perlu dicantumkan seperti nama lembaga, alamat, struktur kepengurusan, dan dasar hukum pendirian, hingga penentuan lokasi pemasangan yang strategis. Setelah desain disepakati, papan nama diproduksi dan dipasang langsung di area kantor atau sekretariat BUMDes Desa Turus.
“Dengan terpasangnya papan nama sekretariat ini, BUMDes Desa Turus kini memiliki identitas fisik yang resmi sekaligus sarana informasi bagi masyarakat,” tutur Terate Diva Choirina
Program ini diharapkan turut mendorong transparansi kelembagaan, memperkuat legitimasi kepengurusan, dan mempermudah pihak-pihak yang ingin menjalin kerja sama maupun mengakses layanan BUMDes ke depannya, sejalan dengan upaya besar mahasiswa KKN Undip dalam mengoptimalkan tata kelola unit usaha BUMDes Desa Turus secara menyeluruh.
Editor: Azis



