Mahasiswa KKN Undip ajak siswa MTs Al Islam Banyusri nobar dan diskusi film Batle of Surabaya sebagai edukasi pembentukan karakter
Jatengx.com, Boyolali – Pada Rabu, 12 Agustus 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Muhammad Alvin Satya Ananda dari Program Studi Sejarah, melaksanakan kegiatan edukasi pembentukan karakter melalui media film Battle of Surabaya di MTs Al Islam Banyusri, Desa Banyusri, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX sebagai salah satu program kerja KKN yang bertujuan memberikan edukasi tambahan mengenai nilai-nilai karakter melalui media yang menarik dan mudah dipahami.
Masa remaja awal merupakan salah satu tahap penting dalam pembentukan karakter seseorang. Pada usia tersebut, siswa mulai membentuk cara berpikir, sikap, dan perilaku yang akan terus berkembang dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam prosesnya, pembentukan karakter dapat menghadapi berbagai tantangan sehingga diperlukan pendekatan edukatif yang mampu menyampaikan pesan moral secara menarik dan dekat dengan kehidupan siswa.
Berangkat dari kondisi tersebut, kegiatan ini dirancang dengan memanfaatkan media film sebagai sarana penyampaian nilai-nilai karakter.
Film dipilih karena mampu menyampaikan pesan melalui cerita, tokoh, konflik, serta berbagai peristiwa yang ditampilkan.
Dengan demikian, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat secara langsung contoh sikap dan perilaku melalui cerita yang disajikan.
Film yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Battle of Surabaya, sebuah film yang mengangkat kisah perjuangan dengan berbagai nilai kehidupan di dalamnya.
Melalui alur cerita dan tokoh-tokohnya, film tersebut menjadi media pengantar untuk mengenalkan berbagai nilai karakter kepada siswa MTs Al Islam Banyusri.
Kegiatan diawali dengan pemutaran film Battle of Surabaya yang diikuti oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Selama sesi menonton, para siswa diajak untuk memperhatikan cerita, tokoh, serta berbagai peristiwa yang terjadi dalam film. Sesi ini menjadi tahap awal untuk mengenalkan pesan moral dan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam cerita sebelum dibahas lebih lanjut melalui kegiatan diskusi.
Setelah pemutaran film selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama para siswa. Diskusi menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan pendapat dan membahas berbagai nilai karakter yang mereka temukan dalam film.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk tidak hanya memahami isi cerita, tetapi juga menghubungkan pesan-pesan yang terdapat dalam film dengan kehidupan sehari-hari.
Pembahasan dalam FGD berfokus pada lima nilai karakter utama. Pertama, tanggung jawab, yaitu sikap untuk menjalankan kewajiban dan menerima konsekuensi atas tindakan yang dilakukan.
Kedua, kepedulian, yang berkaitan dengan sikap memperhatikan, membantu, dan memiliki rasa empati terhadap orang lain maupun lingkungan sekitar.
Nilai berikutnya adalah persahabatan dan solidaritas, yang berkaitan dengan hubungan antarsesama, saling mendukung, bekerja sama, serta tidak meninggalkan teman ketika menghadapi kesulitan.
Selain itu, siswa juga diajak membahas nilai nasionalisme, yaitu rasa cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap bangsa dan negara. Nilai terakhir yang menjadi fokus diskusi adalah pantang menyerah, yaitu sikap untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan maupun tantangan.
Kelima nilai tersebut dibahas melalui suasana diskusi yang santai namun tetap terarah. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan mengenai tokoh maupun peristiwa dalam film yang menurut mereka mencerminkan nilai-nilai tersebut.
Dengan pendekatan ini, proses edukasi tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi satu arah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari para siswa.
Melalui rangkaian kegiatan menonton film dan FGD, siswa mendapatkan pengalaman edukatif dalam mengenali nilai-nilai karakter melalui media yang lebih menarik dan interaktif. Film menjadi sarana untuk melihat gambaran berbagai sikap dalam sebuah cerita, sedangkan diskusi memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami, menginterpretasikan, serta menghubungkan nilai-nilai tersebut dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan edukasi pembentukan karakter melalui media film Battle of Surabaya ini juga memiliki keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education. Kegiatan ini memberikan alternatif pembelajaran melalui penggunaan media film dan diskusi sebagai sarana edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa.
Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 3: Good Health and Well-Being, khususnya dalam kaitannya dengan pengembangan hubungan sosial dan kesejahteraan siswa. Nilai-nilai seperti kepedulian, solidaritas, persahabatan, tanggung jawab, dan sikap pantang menyerah menjadi bagian penting dalam membangun interaksi sosial yang positif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MTs Al Islam Banyusri dapat memperoleh pengalaman edukatif baru dalam mengenali berbagai nilai karakter melalui media film. Selain memberikan hiburan, film juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang membantu siswa memahami pesan-pesan kehidupan melalui cerita, tokoh, dan peristiwa yang disaksikan.
Melalui sesi diskusi setelah pemutaran film, siswa diharapkan dapat lebih memahami nilai-nilai tersebut serta mulai menghubungkannya dengan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Azis



