Mahasiswa KKN Undip serahkan banner alur pelayanan publik Desa Bolali kepada perwakilan Pemerintah Desa, pada (27/8)
Jatengx.com, Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program “Pengembangan Sistem Pengaduan Masyarakat melalui QR Code dan Pembuatan Alur Pelayanan Publik” di Desa Bolali pada (28/7). Program ini bertujuan memudahkan masyarakat menyampaikan pengaduan sekaligus memperoleh informasi mengenai pelayanan administrasi desa.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN membuat sistem pengaduan berbasis QR Code yang dapat diakses menggunakan telepon seluler. Warga dapat memanfaatkan formulir digital tersebut untuk menyampaikan keluhan, kritik, saran, maupun aspirasi terkait pelayanan dan kondisi lingkungan desa.
Untuk memudahkan akses, QR Code dipasang di Balai Desa serta tujuh pos ronda yang tersebar di masing-masing RW. Ketujuh wilayah tersebut meliputi Dukuh Tirip, Krasak, Bolali, Pajangan, Sutran, Kebak, dan Candi. Pemilihan pos ronda sebagai titik pemasangan diharapkan membuat sarana pengaduan lebih dekat dengan masyarakat.
Selain sistem pengaduan, mahasiswa juga menyusun alur pelayanan publik Desa Bolali. Informasi tersebut memuat tahapan dan prosedur pelayanan administrasi desa sehingga masyarakat dapat mengetahui persyaratan dan proses yang harus dilakukan sebelum mengurus pelayanan. Alur pelayanan kemudian dicetak dan dipasang di Balai Desa pada lokasi yang mudah dilihat.
Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa untuk mengidentifikasi kebutuhan pelayanan. Mahasiswa kemudian mengumpulkan informasi mengenai prosedur pelayanan, menyusun alur pelayanan, membuat formulir pengaduan digital, serta menghasilkan QR Code untuk dipasang di sejumlah lokasi.
Kepala Desa Bolali, Widi Pujiyanto, mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, keberadaan QR Code dapat memberikan alternatif bagi masyarakat dalam menyampaikan keluhan dan saran tanpa harus selalu datang ke Balai Desa.
“Dengan adanya barcode ini, masyarakat bisa lebih mudah menyampaikan pengaduannya, apalagi sudah dipasang di pos ronda masing-masing RW,” ujarnya.
Ia juga menilai alur pelayanan yang dipasang di Balai Desa dapat membantu masyarakat memahami persyaratan dan proses pelayanan. Ia berharap fasilitas yang telah dibuat mahasiswa KKN dapat terus digunakan dan memberikan manfaat bagi warga Desa Bolali.

Program ini mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Undip, Hega Bintang Pratama Putra, Pramesti Megayana, Fatmawati Mustofa, dan Putut Suharso.
Pengembangan sistem pengaduan dan alur pelayanan publik tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Sistem pengaduan berbasis QR Code memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan permasalahan kepada pemerintah desa secara lebih mudah.
Sementara itu, penyediaan informasi alur pelayanan membantu meningkatkan keterbukaan dalam pelayanan publik. Masyarakat dapat mengetahui prosedur yang diperlukan secara mandiri sehingga proses pelayanan di Balai Desa menjadi lebih jelas.
Program ini juga mendukung SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam menyampaikan kebutuhan dan persoalan di lingkungan masing-masing.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berharap sistem pengaduan berbasis QR Code dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah Desa Bolali. Keberadaan tujuh titik QR Code di setiap RW diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara warga dan pemerintah desa.
Program ini sekaligus menjadi penerapan ilmu Nurul Lailatus So’imah, mahasiswa S1 Administrasi Publik Universitas Diponegoro Kampus Rembang, dalam bidang pelayanan publik, transparansi, responsivitas, dan partisipasi masyarakat.
Penulis/Reporter: Nurul Lailatus So’imah
Program Studi: S1 Administrasi Publik, Universitas Diponegoro Kampus Rembang
Fotografer: Mutia Nafis
Kontak Media/Humas: @kkn.desabolali
Editor: Azis



