Mahasiswa edukasi siswa SDN Cempereng tentang sensor, kontroler, dan aktuator pada tong sampah otomatis
Jatengx.com, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) mengenalkan cara kerja sistem otomatis kepada siswa SDN Cempereng, Desa Cempereng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, sebagai upaya menumbuhkan minat siswa terhadap sains dan teknologi sejak usia dini.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, (8/8) ini merupakan bagian dari program kerja yang diselenggarakan oleh Satria Aji Nugroho, mahasiswa Sekolah Vokasi, Program Studi Teknik Rekayasa Otomasi, Universitas Diponegoro.
Kegiatan ini dikemas secara interaktif dengan siswa diajak memahami konsep sensor, kontroler, dan aktuator sebagai tiga komponen utama yang bekerja sama dalam sebuah sistem otomatis. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami siswa sekolah dasar.

Sebagai contoh nyata penerapan sistem otomatis, mahasiswa menghadirkan tempat sampah otomatis yang turut diserahkan kepada pihak sekolah. Alat ini menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa untuk melihat bagaimana sensor, kontroler, dan aktuator bekerja sama dalam satu sistem.
Untuk memperdalam pemahaman siswa secara interaktif, siswa diajak bermain Lightbot, permainan berbasis logika pemrograman yang melatih pola pikir sistematis layaknya cara kerja sistem otomatis. Selain itu, dilakukan pula permainan tic-tac-toe (XOX) tiga peran, di mana siswa dibagi menjadi tiga kelompok dengan peran melihat, berpikir, dan menulis — mensimulasikan alur kerja sensor (melihat/mendeteksi), kontroler (berpikir/memproses), dan aktuator (menulis/bertindak).

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif merespons pertanyaan, mengikuti permainan, dan mencoba memahami keterkaitan antara permainan dengan cara kerja alat otomatis yang mereka lihat.
Satria Aji Nugroho, mahasiswa Sekolah Vokasi, Program Studi Teknik Rekayasa Otomasi, Universitas Diponegoro, menyampaikan bahwa pengenalan konsep otomasi sebaiknya dimulai sejak dini melalui hal-hal sederhana yang dekat dengan keseharian anak.
“Melalui kegiatan ini, saya ingin mengajak anak-anak memahami bahwa alat-alat di sekitar mereka bisa bekerja secara otomatis lewat sensor, kontroler, dan aktuator. Harapannya bisa menumbuhkan rasa ingin tahu mereka terhadap sains dan teknologi sejak dini,” ujar Aji.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap bidang teknologi sekaligus mendukung literasi digital di tingkat pendidikan dasar. Alat peraga tempat sampah otomatis yang diserahkan juga diharapkan dapat terus dimanfaatkan sekolah sebagai media pembelajaran.
Penulis: Satria Aji Nugroho, Mahasiswa Sekolah Vokasi, Program Studi Teknik Rekayasa Otomasi, Universitas Diponegoro
Editor: Azis



