Mahasiswa paparkan materi penguatan branding dan digitalisasi UMKM
Jatengx.com, Batang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Candiareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, dalam penguatan branding dan digitalisasi promosi produk. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Candiareng, Minggu (26/7/2026).
Pendampingan dilakukan untuk membantu pelaku UMKM membangun identitas usaha sekaligus memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Selama ini, sejumlah produk UMKM Desa Candiareng, seperti capret, cimpring, opak, keripik ketela, sale pisang, dan kerajinan batik cap, masih banyak dipasarkan secara konvensional dari mulut ke mulut.
Kondisi tersebut membuat jangkauan pemasaran sebagian produk masih terbatas di lingkungan desa dan wilayah sekitarnya. Melalui program ini, mahasiswa KKN memberikan pendampingan mulai dari penyusunan identitas merek hingga pembuatan materi promosi yang dapat digunakan melalui perangkat telepon seluler.
“Kami melihat produk UMKM di sini sebenarnya punya nilai jual dan cerita produksi yang menarik, tetapi banyak yang belum memiliki identitas branding yang jelas dan promosinya masih seadanya. Karena itu, kami dampingi mulai dari menentukan nama dan ciri khas produk hingga cara membuat konten promosi hanya dengan HP,” ujar salah satu anggota Tim KKN Undip.
Kegiatan diawali dengan diskusi bersama pelaku UMKM untuk mengidentifikasi potensi dan persoalan masing-masing usaha. Mahasiswa kemudian membantu merumuskan identitas branding, termasuk nama usaha dan karakteristik produk yang dapat menjadi pembeda dari produk sejenis.
Selain itu, mahasiswa menyusun infografis promosi untuk setiap UMKM sebagai materi visual yang dapat digunakan dalam kegiatan pemasaran. Pelaku usaha juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik dasar pengambilan foto dan video produk menggunakan telepon seluler.
Salah satu materi yang diberikan adalah penggunaan aplikasi Canva dan CapCut. Melalui Canva, pelaku UMKM diperkenalkan dengan pembuatan desain untuk unggahan Instagram, poster promosi, dan label kemasan sederhana. Sementara CapCut digunakan untuk mempelajari dasar penyuntingan video pendek, seperti memotong dan menggabungkan klip, menambahkan teks, musik latar, serta transisi.
Kedua aplikasi tersebut dipilih karena dapat digunakan melalui telepon seluler dan tersedia secara gratis. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat melanjutkan praktik pembuatan materi promosi secara mandiri tanpa membutuhkan peralatan khusus.
Pendampingan juga dilakukan terhadap penggunaan akun media sosial yang telah dimiliki pelaku usaha, seperti WhatsApp Status, Instagram, dan Facebook. Mahasiswa mengajak pelaku UMKM memanfaatkan akun tersebut sebagai media promosi secara rutin.
Pelaksanaan program dilakukan dengan metode praktik langsung. Pelaku UMKM tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga mencoba membuat dan mengunggah konten dengan didampingi mahasiswa KKN.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menemukan sejumlah kendala. Sebagian pelaku UMKM, terutama yang berusia lebih tua, mengaku belum terbiasa menggunakan media sosial untuk kegiatan usaha. Beberapa di antaranya juga masih merasa kurang percaya diri ketika harus membuat konten atau tampil di depan kamera.
Mahasiswa kemudian memberikan pendampingan secara bertahap dengan memberikan contoh dan mengajak pelaku usaha mengikuti setiap tahapan praktik.
“Awalnya banyak yang bilang tidak bisa dan tidak terbiasa, tetapi setelah dicoba pelan-pelan, mereka jadi lebih berani. Ada yang bahkan sudah mulai rutin update status WhatsApp untuk jualan,” ujar anggota Tim KKN lainnya.
Salah satu pelaku UMKM produk capret juga mulai memanfaatkan media sosial setelah mengikuti pendampingan. Sebelumnya, pemasaran produk hanya mengandalkan pembeli tetap di sekitar desa. Setelah mengikuti pelatihan, pelaku usaha tersebut mulai mengunggah foto produk melalui WhatsApp Status dan mencoba membuat desain kemasan sederhana menggunakan Canva.
Pelaku UMKM lainnya juga mulai memahami bahwa proses pembuatan produk dapat digunakan sebagai bagian dari materi promosi. Dengan demikian, konten tidak hanya menampilkan produk yang telah jadi, tetapi juga dapat memperkenalkan proses dan karakteristik produk kepada calon konsumen.
Untuk mendukung keberlanjutan program, mahasiswa KKN menyediakan sesi konsultasi selama masa pelaksanaan KKN. Pelaku UMKM dapat berkonsultasi mengenai penggunaan Canva, CapCut, maupun strategi promosi digital yang sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama pelaku UMKM dan penyerahan modul panduan branding serta promosi digital secara simbolis kepada perwakilan UMKM dan Pemerintah Desa Candiareng.
Modul tersebut menjadi salah satu luaran program dan memuat panduan dasar penggunaan Canva dan CapCut, contoh template desain, serta sejumlah tips pengelolaan akun media sosial usaha. Panduan tersebut dapat digunakan kembali oleh pelaku UMKM sebagai acuan dalam mengembangkan identitas merek dan membuat materi promosi secara digital.
Program pendampingan branding dan digitalisasi promosi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dengan tema “Penguatan Daya Saing UMKM melalui Digitalisasi, Legalitas Usaha, dan Perlindungan Kekayaan Intelektual” yang dilaksanakan Tim II KKN Undip di Desa Candiareng.
Selain pendampingan branding dan promosi, rangkaian program tersebut mencakup edukasi pemisahan keuangan usaha, perhitungan harga pokok produksi, workshop Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta edukasi keamanan pangan bagi pelaku UMKM makanan.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa KKN mendorong pelaku UMKM Desa Candiareng untuk mulai memanfaatkan media digital dalam kegiatan pemasaran. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat terus diterapkan secara mandiri sehingga penggunaan media sosial tidak berhenti setelah program KKN berakhir.
Penulis: Fitras Ramadhan
Editor: Azis



