
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip), Gabriel Desman Butarbutar dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, turut melaksanakan program kerja bidang sosial masyarakat bertajuk “Sosialisasi Gerakan Kembali Bersekolah bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Kedawung.”
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program sosial masyarakat KKN di Desa Kedawung. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN melakukan pendataan sekaligus pendampingan kepada anak-anak yang tercatat sebagai Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan mengunjungi langsung rumah mereka.
Sebelum melakukan kunjungan, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan ketua RT setempat. Setelah memperoleh informasi dan melakukan koordinasi, mahasiswa kemudian mendatangi rumah anak-anak yang masuk dalam data ATS untuk mengetahui kondisi dan alasan mereka tidak melanjutkan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membagi wilayah dan tugas agar kegiatan dapat berjalan dengan lebih efektif. Gabriel sendiri melakukan kunjungan di RT 17, RT 14, dan RT 1 Desa Kedawung.
Dari hasil kunjungan tersebut, ditemukan berbagai faktor yang menyebabkan anak-anak mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikan. Setiap anak memiliki kondisi dan latar belakang yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa pendataan, tetapi juga komunikasi dan sosialisasi kepada anak maupun keluarganya mengenai pentingnya pendidikan serta kesempatan untuk kembali melanjutkan sekolah.
Melalui proses pendampingan yang dilakukan bersama-sama, kelompok KKN akhirnya berhasil membujuk satu anak di Desa Kedawung untuk kembali melanjutkan pendidikan di PKBM Handayani Sragen.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu hasil dari upaya mahasiswa KKN dalam mendukung gerakan kembali bersekolah bagi Anak Tidak Sekolah. Meskipun dimulai dari satu anak, kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan menjadi langkah penting untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap semakin banyak anak yang sebelumnya berhenti atau belum melanjutkan pendidikan dapat kembali memperoleh kesempatan untuk belajar. Program ini juga menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial dan pendidikan yang ada di masyarakat, sekaligus upaya untuk mendukung terwujudnya akses pendidikan bagi seluruh anak.
Penulis: Gabriel Desman Butarbutar
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro



