Dokumentasi Penerimaan Mahasiswa KKN-T 76 Universitas Diponegoro (Foto: Dok KKN)
Jatengx.com, Sragen – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 76 Universitas Diponegoro resmi memulai kegiatan pengabdian di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Kegiatan diawali dengan acara penerimaan mahasiswa KKN di Balai Desa Gilirejo Baru yang dihadiri oleh Kepala Desa Gilirejo Baru, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN-T 76 Universitas Diponegoro.
Kegiatan pada Rabu (8/7/2026) menjadi awal pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan potensi desa melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mitra, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gilirejo Baru, Supratikno, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN-T 76 Universitas Diponegoro. Ia berharap seluruh program kerja yang akan dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong mahasiswa untuk membangun hubungan yang baik dengan warga selama masa pengabdian.
“Kedatangan kalian kami sambut dengan baik. Tolong bawakan program kerja yang bermanfaat untuk masyarakat Desa Gilirejo Baru. Kalau bisa, kalian juga harus berbaur dengan masyarakat agar kehadiran KKN benar-benar memberikan dampak yang positif. Jangan lupa budaya senyum, sapa, salam juga terus dilestarikan,” ujar Supratikno.
Program unggulan Tim KKN-T 76 Universitas Diponegoro difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk lokal Pethek Krispi, yaitu inovasi olahan ikan pethek yang bekerja sama dengan Dompet Dhuafa. Mahasiswa menegaskan program ini untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal sehingga dapat menjadi produk yang memiliki daya saing, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM di Desa Gilirejo Baru.
Dalam kesempatan tersebut, Warsiti selaku perwakilan UMKM GilBarJu menyampaikan harapan agar pemanfaatan ikan pethek dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis dan mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Gilirejo Baru.
“Harapannya, ikan pethek ini bisa dimanfaatkan menjadi produk yang punya nilai jual, jadi bukan cuma ikan biasa, tapi bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Gilirejo Baru. Kami juga berharap dengan adanya mahasiswa KKN ini, kami bisa belajar tentang digitalisasi, terutama bagaimana cara memasarkan Pethek Krispi lewat media sosial supaya produknya bisa dikenal lebih luas,” ujar Warsiti.
Pelaksanaan program meliputi pendampingan proses produksi mulai dari pembersihan ikan pethek, pemberian bumbu, proses penggorengan, hingga penggunaan mesin spinner untuk mengurangi kadar minyak sehingga menghasilkan produk yang lebih kering, renyah, dan memiliki masa simpan lebih lama.
Produk tersebut selanjutnya direncanakan diproduksi oleh UMKM Gilbarju dengan menggunakan kemasan zip lock yang praktis guna menjaga kualitas produk.
Selain pengembangan produk, Tim KKN-T 76 juga melaksanakan program pendampingan digitalisasi UMKM sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha lokal.
Mahasiswa mendampingi melalui pembuatan identitas merek, desain logo, desain kemasan produk, pembuatan akun media sosial sebagai sarana promosi, pelatihan digital marketing, penyusunan pembukuan keuangan sederhana, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP). Rangkaian pendampingan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Pelaksanaan KKN-T 76 turut didukung oleh kolaborasi mahasiswa yang berasal dari tujuh fakultas di Universitas Diponegoro.
Selain menjalankan program unggulan multidisiplin, setiap fakultas melaksanakan program kerja sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat Desa Gilirejo Baru. Program-program tersebut mencakup kegiatan edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat yang saling melengkapi dalam mendukung pembangunan desa.
Pemerintah Desa Gilirejo Baru beserta masyarakat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KKN-T 76 Universitas Diponegoro. Keterlibatan aktif perangkat desa, pelaku UMKM, serta masyarakat dalam setiap kegiatan menjadi bentuk sinergi yang diharapkan mampu mendukung keberhasilan seluruh program kerja.
Melalui kolaborasi antara Universitas Diponegoro, Dompet Dhuafa, Pemerintah Desa Gilirejo Baru, UMKM Gilbarju, dan masyarakat, pelaksanaan KKN-T 76 diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mengoptimalkan potensi Desa Gilirejo Baru sebagai upaya mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Penulis: Mahasiswa KKN-T 76 Universitas Diponegoro
Editor: Azis



