Mahasiswa sampaikan paparkan materi anti bullying kepada siswa SDN Juragan, pada Rabu (29/7/2026)
Jatengx.com, Batang – Mahasiswa KKN Reguler Tim 2 Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja multidisiplin LITERAKSI (Literasi Beraksi Anti-Bullying) kepada siswa SDN Juragan, Desa Juragan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, pada Rabu, (29/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying, mulai dari pengertian, bentuk-bentuk, dampak, hingga cara mencegah dan menyikapinya.
Program LITERAKSI dilaksanakan sebagai upaya untuk membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan dirancang dengan metode yang interaktif agar siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat berpartisipasi aktif melalui kegiatan membaca cerita, tanya jawab, diskusi, dan refleksi.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian edukasi kepada siswa mengenai bullying secara interaktif. Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, contoh tindakan bullying yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dampak yang dapat ditimbulkan, serta cara mencegah dan menyikapi tindakan bullying.
Selama penyampaian materi, siswa terlihat antusias dan aktif mengikuti kegiatan. Mereka mendengarkan dan memperhatikan secara seksama.
Setelah pemberian edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan membacakan cerita yang mengangkat tema anti-bullying. Cerita tersebut digunakan untuk membantu siswa memahami materi melalui contoh yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Setelah cerita selesai dibacakan, siswa diberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan cerita dan materi yang telah disampaikan, seperti dampak bullying, perasaan korban bullying, contoh tindakan bullying, serta tindakan yang sebaiknya dilakukan ketika melihat atau mengalami bullying.
Pada sesi tanya jawab, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan sangat interaktif. Siswa secara aktif menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta memberikan contoh berdasarkan pemahaman mereka.
Keaktifan siswa membuat suasana kegiatan menjadi lebih hidup sekaligus membantu mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi antibullying.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pohon Ungkapan, yaitu siswa diminta menuliskan dampak yang dapat ditimbulkan dari bullying pada kertas yang telah disediakan, kemudian menempelkannya pada media berbentuk pohon. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk merefleksikan kembali materi yang telah dipelajari sekaligus menuangkan pemahaman mereka mengenai dampak bullying.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa mulai memahami pengertian dan bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menyikapi tindakan bullying. Siswa juga didorong untuk lebih menghargai teman, tidak mengejek maupun melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain, serta berani menyampaikan kepada orang yang dipercaya apabila mengalami atau melihat tindakan bullying.

Secara keseluruhan, program LITERAKSI dapat terlaksana dengan baik dan mendapatkan respons positif dari siswa.
Antusiasme dan keaktifan siswa selama kegiatan menunjukkan bahwa edukasi anti-bullying melalui metode interaktif dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah.
Ke depannya, guru diharapkan dapat terus memberikan pengingat dan pendampingan agar pengetahuan yang telah diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
Penulis/Reporter: Aurelia Sabrina
Fotografer: Chantika Salsabila Putri
Kontak Media/Humas Kelompok: @ngabdi.dijuragan
Editor: Azis



