
Jatengx.com, Pekalongan – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah menyiapkan 88 peserta untuk mengikuti program pemagangan ke Jepang melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan IM Japan. Para peserta saat ini menjalani Pelatihan Tahap I Daerah yang dipusatkan di SMK Syafi’i Akrom, Kota Pekalongan.
Program yang berlangsung sejak 28 Mei hingga 10 Agustus 2026 itu diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, serta sejumlah daerah di luar provinsi. Pelatihan menjadi tahapan lanjutan setelah proses seleksi yang digelar bersama Kemnaker dan IM Japan.
Selama lebih dari dua bulan, peserta memperoleh pembekalan bahasa Jepang, budaya kerja, kedisiplinan, etos kerja, hingga penguatan karakter. Materi tersebut disiapkan sebagai bekal sebelum mereka mengikuti proses seleksi perusahaan dan berangkat ke Jepang.
Instruktur dari IM Japan memberikan pelatihan intensif untuk memperkuat kemampuan bahasa sekaligus pemahaman peserta terhadap lingkungan kerja di Jepang. Kemampuan beradaptasi dinilai menjadi faktor penting selain keterampilan teknis yang dibutuhkan dunia industri.
Selain mengikuti pelatihan, peserta juga dijadwalkan menjalani wawancara dengan perwakilan perusahaan Jepang. Melalui tahapan itu, perusahaan akan memilih calon peserta magang sesuai kebutuhan dan kualifikasi yang ditetapkan.
Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani, mengatakan program magang ke Jepang tidak hanya membuka peluang kerja internasional, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kapasitas generasi muda.
“Kesempatan ini bukan sekadar mengejar pekerjaan, tetapi juga membawa nama baik keluarga, lembaga pendidikan, dan Nahdlatul Ulama di tingkat global,” kata Fakhrudin, Senin, 1 Juni 2026.
Menurut dia, para peserta akan menghadapi tantangan berupa budaya disiplin yang ketat, tuntutan profesionalisme, serta perbedaan lingkungan sosial. Namun, lulusan sekolah dan pesantren Ma’arif dinilai memiliki modal karakter yang kuat untuk beradaptasi.
Ia berpesan agar peserta menjaga disiplin, akhlak, dan semangat belajar selama menjalani program pemagangan. Pengalaman yang diperoleh di Jepang, kata dia, diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke Indonesia.
Pelatihan tersebut juga melibatkan orang tua atau wali peserta. Pada akhir program, keluarga diminta menyatakan komitmen untuk mendukung peserta selama mengikuti pemagangan hingga kembali ke Tanah Air.
Bagi LP Ma’arif NU Jawa Tengah, keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga motivasi dan keberhasilan peserta selama menjalani program di luar negeri.
Program pemagangan Jepang selama ini menjadi salah satu jalur yang banyak diminati lulusan sekolah menengah karena menawarkan pengalaman kerja internasional, peningkatan keterampilan, serta kesempatan mengenal budaya dan teknologi industri Jepang.
Melalui kemitraan dengan Kemnaker dan IM Japan, LP Ma’arif NU Jawa Tengah berupaya memperluas akses bagi lulusan sekolah dan pesantren untuk mengikuti program magang yang legal dan terstruktur. Lembaga tersebut berharap peserta yang berangkat ke Jepang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mampu menjadi representasi nilai-nilai pesantren dan Nahdlatul Ulama di tingkat internasional.



