Mahasiswa membagikan modul panduan pengembangan UMKM yang dapat dijadikan pedoman bersama
Jatengx.com, Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Pelaksanaan KKN diarahkan pada upaya pengembangan potensi ekonomi masyarakat, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan melibatkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Desa Bulan memiliki potensi ekonomi yang cukup beragam. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dikelola secara optimal.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah desa, pengurus BUMDes, serta para pelaku usaha, diketahui bahwa peran BUMDes dalam pengembangan ekonomi masyarakat belum maksimal, terbatas dalam unit tertentu, dan keterbatasan pemasaran UMKM menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapatkan perhatian.
Koordinator KKN Desa Bulan, Rima Dinda Mutiara dari Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mengatakan bahwa program ini disusun berdasarkan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Kami melihat Desa Bulan memiliki potensi pertanian dan UMKM yang sangat menjanjikan, tetapi BUMDes belum berjalan efektif dan pemasaran UMKM masih konvensional. Karena itu, kami hadir mendampingi agar potensi ini memiliki dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan,” ujar pada saat ditemui pada hari Kamis (6/08/2026).
Salah satu fokus utama program adalah pegembangan UMKM mayarakat dengan melibatkan peran BUMDes dalam menghidupkam kembali fungsi lembaga ekonomi desa. Guna mengatasi hambatan pemasaran UMKM yang selama ini masih bergantung pada metode konvensional, tim KKN menyelenggarakan kegiatan sosialisasi yang dilengkapi dengan forum diskusi interaktif bersama pengurus BUMDes dan perangkat desa.

Melalu diskusi interaktif yang dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) mahasiswa bersama pengurus BUMDes membedah berbagai persoalan yang dihadapi UMKM warga, mulai dari keterbatasan jangkauan pasar hingga manajemen usaha. Diskusi ini menghasilkan komitmen bersama seperti BUMDes akan mengambil peran strategis sebagai fasilitator pemasaran produk UMKM lokal.
Selain itu, mahasiswa juga membagikan modul panduan pengembangan UMKM yang dapat dijadikan pedoman bersama. Modul tersebut berisi mengenai potensi UMKM, kajian permasalahan ekonomi, tata kelola UMKM berbasis kolaborasi, aspek inovasi, digitalisasi, keamanan pangan, legalitas usaha, aspek hukum, hingga penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
Menurut Kepala Desa Bulan, Bapak Sudarsono, S.H., dengan adanya pendampingan berkelanjutan dengan dialog dua arah serta adanya keterlibatan mahasiswa memberikan dorongan semangat baru bagi pengurus lembaga desa dan pelaku UMKM.
Selaras dengan pernyataan Bapak Kepala Desa, sejumlah pelaku UMKM warga mengaku terbantu dengan adanya modul panduan serta pendampingan digitalisasi yang diberikan.
Keterlibatan BUMDes dalam pengembangan UMKM diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali fungsi BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa. Mahasiswa KKN juga berupaya meningkatkan pemahaman pengurus BUMDes dan perangkat desa mengenai pentingnya tata kelola kelembagaan yang lebih tertib.
Pelaksanaan KKN di Desa Bulan menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada formalitas akademik semata. Melalui kerja lapangan berbasis kebutuhan warga, mahasiswa berupaya hadir sebagai fasilitator dan mitra strategis dalam mewujudkan desa yang berdaya saing dan mandiri secara ekonomi.
Penulis: TIM II KKN Reguler Undip 2026
Editor: Azis



